Manisnya Kolaborasi di Festival Cokelat Bulungan 2025: Dari Tangan Petani hingga Kreasi UMKM, Cokelat Jadi Simbol Keberlanjutan dan Harapan Baru

redaksi

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0048,0.0052; brp_del_sen:0.1300,0.1300; motionR: 0; delta:null; bokeh:0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 7864320;cct_value: 0;AI_Scene: (13, 0);aec_lux: 225.30415;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 38;

TANJUNG SELOR – Aroma manis cokelat memenuhi udara pagi di kawasan Tugu Cinta Damai, Tanjung Selor, saat Festival Cokelat Bulungan 2025 resmi ditutup pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu bukan sekadar ajang kuliner, melainkan sebuah perayaan atas kerja keras petani kakao, kreativitas UMKM, dan semangat keberlanjutan yang tumbuh di Kabupaten Bulungan.

Acara penutupan festival turut dihadiri oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati Kilat, A.Md., serta Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, H. Riyanto, S.Sos. Ketiganya hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang mampu memajukan ekonomi masyarakat melalui potensi lokal.

Festival Cokelat Bulungan 2025 juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para kepala desa pemenang Festival TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten ke Desa) 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap desa-desa yang berkontribusi dalam pembangunan berbasis ekologi.

Baca juga  Wabup Kilat Turun Langsung, Praktikkan Menyumpit dan Tuai Kekaguman Masyarakat

Dengan tema “Dari Perempuan Tumbuh Kekuatan, Dari Tangan-tangan Halus Tercipta Cokelat, Dari Keringat Petani Terjaga Keberlanjutan”, festival ini menghadirkan beragam kegiatan menarik, seperti Lomba Kreasi Kue Dessert dan Minuman berbahan dasar cokelat Bulungan, yang diikuti oleh pelaku UMKM, petani kakao, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, komunitas pecinta cokelat, serta mitra strategis seperti Sawit Watch.

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa festival ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.

Baca juga  Safari Natal yang Dinanti: Jemaat GGP Solagracia KM 57 Curahkan Kerinduan, Pemerintah Janjikan Perhatian dan Pemerataan Pembangunan

“Sejak tahun 2022, Pemkab melalui Dinas Pertanian telah menyebarkan lebih dari 30 ribu bibit kakao kepada para petani di Desa Antutan dan sekitarnya. Tanpa kerja keras dan komitmen seluruh petani kakao, tentu Festival Cokelat Bulungan ini tidak akan terlaksana,” ujar Bupati dengan penuh apresiasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., menegaskan pentingnya keberlanjutan dan dukungan nyata bagi para pelaku usaha kecil agar potensi cokelat Bulungan semakin dikenal luas.

“Cokelat ini bukan hanya hasil bumi, tapi juga simbol semangat dan kemandirian masyarakat Bulungan. Harapannya, festival ini menjadi inspirasi agar produk lokal kita terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah,” tutur Kilat.

Baca juga  Bupati Bulungan Perkenalkan Visi-Misi Baru dan Lima Koridor Pembangunan Daerah

Festival Cokelat Bulungan 2025 menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha berjalan bersama, potensi lokal bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Dari tangan-tangan petani hingga meja hidangan masyarakat, cokelat Bulungan kini hadir sebagai wujud nyata rasa syukur, kreativitas, dan masa depan hijau Bulungan yang lebih manis. (DKIP_Bulungan)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer