TANJUNG SELOR – Kebahagiaan seorang ibu untuk menyaksikan putrinya mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka sempat terancam pupus. Magdalena, warga Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, tidak memiliki cukup biaya untuk memenuhi undangan menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta.
Putrinya, Desy Natalia, terpilih sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026 dan dijadwalkan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026), mewakili Kalimantan Utara.
Persoalan muncul ketika Magdalena menerima undangan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menghadiri upacara pengibaran dan penurunan bendera. Dalam undangan tersebut, orang tua/wali memang mendapat kesempatan hadir, tetapi biaya transportasi dan akomodasi tidak ditanggung panitia.
Bagi Magdalena yang sehari-hari mengurus cucu dan mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, perjalanan ke Jakarta bukan perkara mudah. Keinginan untuk melihat langsung putrinya menjalankan tugas bersejarah di Istana Merdeka pun sempat berbenturan dengan kondisi ekonomi.
“Saya memang sangat ingin melihat anak bertugas di sana. Tetapi kendalanya biaya. Saya tidak tahu harus bagaimana karena untuk berangkat ke Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkap Magdalena.
Kerinduan itu semakin terasa karena Magdalena telah berpisah dengan Desy sejak 16 Juli 2026, ketika sang putri mulai menjalani pemusatan latihan sebagai Paskibraka Tingkat Pusat.
“Saya sudah berpisah dengan Desy sejak 16 Juli lalu untuk menjalani masa pemusatan latihan,” tuturnya.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md. Begitu mengetahui persoalan yang dihadapi Magdalena, Kilat langsung merespons dan meminta agar dilakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan sang ibu memenuhi undangan ke Jakarta.
Respons tersebut kemudian ditindaklanjuti Komunitas Sahabat Kilat (KOBAT). Ketua KOBAT bersama anggota segera menggali informasi melalui perwakilan komunitas di Desa Teras Baru.
Informasi mengenai persoalan tersebut diterima KOBAT pada malam hari. Setelah berkomunikasi langsung dengan Magdalena dan memastikan dirinya siap berangkat, tim bergerak cepat menyiapkan kebutuhan perjalanan.
Bantuan yang disiapkan meliputi tiket pesawat Tarakan–Jakarta pulang-pergi, penginapan selama dua hari di Jakarta, serta biaya akomodasi selama berada di Ibu Kota.
Langkah tersebut menjadi solusi atas persoalan yang sebelumnya membuat Magdalena nyaris kehilangan kesempatan menyaksikan langsung putrinya bertugas di Istana Merdeka.
Kebahagiaan pun akhirnya hadir. Pada Minggu (16/8/2026), Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., secara langsung melepas keberangkatan Magdalena melalui Pelabuhan Speed Kayan II untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Dalam momen pelepasan tersebut, Kilat menyampaikan rasa bangganya kepada Magdalena sebagai orang tua dari salah satu putra-putri terbaik Kalimantan Utara yang dipercaya menjadi Paskibraka Tingkat Pusat.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga kebanggaan bagi Kalimantan Utara. Ibu Magdalena harus bisa menyaksikan langsung putrinya menjalankan tugas di Istana Merdeka. Ini momentum yang sangat berharga bagi seorang ibu,” ujar Kilat.
Magdalena pun tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Impian yang sebelumnya terasa sulit diwujudkan akhirnya terbuka setelah mendapat respons cepat dari pemerintah daerah dan dukungan KOBAT.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Bulungan dan seluruh pihak yang telah membantu.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Wakil Bupati. Dalam hitungan jam, apa yang menjadi kerinduan saya untuk melihat anak saya bertugas di Istana langsung direspons. Saya sangat bersyukur dan bahagia,” ucap Magdalena.
Perjalanan Magdalena ke Jakarta akhirnya bukan sekadar perjalanan memenuhi undangan. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi perjalanan seorang ibu untuk menyaksikan buah hatinya mengukir kebanggaan di panggung nasional.
Di balik seragam Paskibraka yang akan dikenakan Desy Natalia di Istana Merdeka, ada doa seorang ibu dari Desa Teras Baru yang akhirnya berkesempatan melihat langsung putrinya berdiri membawa nama Kalimantan Utara di hadapan bangsa Indonesia. (dd)










