‎Kembali BDR, Pembelajaran dari Rumah Tak Mudah bagi Siswa di Pedesaan

redaksi

Sejumlah pelajar saat mengikuti upacara hari jadi Bulungan dan Tanjung Selor, belum lama ini . (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

‎TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan kembali memberlakukan belajar dari rumah (BDR) akibat dampak kabut asap. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor 500.8.5.4/9524/Disdikbud.I.2 tertanggal 13 Oktober 2026.
‎
‎BDR diberlakukan 14–16 Oktober 2026 untuk jenjang PAUD/RA, SD/MI, dan SMP/MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Bulungan.
‎
‎Guru agama di SD Negeri 008 Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Yomar, mengatakan, keterbatasan kepemilikan telepon seluler (HP) dan akses internet menjadi tantangan dalam pelaksanaan BDR, terutama bagi siswa yang tinggal di wilayah pedesaan.
‎
‎“Kalau SD suruh zoom ini di kampung, satu rumah belum tentu punya Handphone lebih dari satu. Belum lagi kalau satu rumah anaknya yang SD ada dua, SMP ada satu. Kalau semua zoom terkendala pasti di Handphone. Belum lagi orang tua ngeluh enggak ada paket,” ujarnya.
‎
‎Mengatasi hal itu, pihak sekolah memanfaatkan grup WhatsApp paguyuban orang tua murid bersama wali kelas sebagai sarana penyampaian tugas. Siswa yang tidak memiliki HP atau terkendala mengakses WhatsApp dapat mengambil tugas cetak di sekolah sesuai mata pelajaran pada hari berjalan.
‎
‎“Kan ke sekolah hanya pergi ambil tugas aja, enggak sampai lima menit langsung pulang. Lagian enggak semua ambil ke sekolah, hanya beberapa anak yang terkendala dengan tidak punya Handphone atau tidak online WhatsApp,” jelasnya.
‎
‎Yomar menyebutkan, beberapa siswa yang mengambil tugas cetak diantar orang tua menggunakan sepeda motor sebelum orang tua berangkat ke kebun. Sementara itu, bagi siswa yang tinggal bersama kakek atau nenek, informasi mengenai tugas disampaikan melalui teman yang tinggal berdekatan.
‎
‎“Nah, kalau anak yang tinggal sama kakek atau neneknya, kami suruh teman yang dekat dengan rumahnya bisa berbagi informasi tentang tugas apa,” katanya.
‎
‎Sementara itu orang tua murid SD Negeri 008 Tanjung Palas Tengah, Helena Hieng, berharap, kondisi kabut asap segera membaik agar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Menurutnya, pembelajaran daring juga menjadi beban bagi orang tua yang memiliki keterbatasan biaya untuk membeli paket internet.
‎
‎“Kalau dari kami orang tua bagusnya sekolah tatap muka kalau belajar online juga kami orang tua tidak mampu beli paket data. Semoga cepat pulih kembali seperti semula biar anak bisa ikuti pelajaran seperti semula,” harapnya. (ve26/nn)

Baca juga  Muharram Bawa Berkah, 71 UMKM Ramaikan Bazar di Lapangan Agatis

Baca juga

Tags