Lapangan Olahraga Jelarai Selor Didorong Jadi Pusat Aktivitas dan Penggerak Ekonomi Warga

redaksi

TANJUNG SELOR – Pembangunan lapangan olahraga dan fasilitas publik di Desa Jelarai Selor diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat serta pemberdayaan ekonomi warga.

Wakil Ketua DPRD Bulungan, Tasa Gung menegaskan fasilitas publik yang dibangun di Jelarai Tengah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Lapangan ini harus dimanfaatkan warga untuk berolahraga, berkegiatan, dan sekaligus membuka peluang usaha yang bermanfaat,” ujar Tasa Gung, Rabu (11/3/2026).

Ia mengatakan keberadaan fasilitas publik dapat membuka peluang tumbuhnya usaha kecil masyarakat, seperti warung kopi, kios makanan ringan, hingga usaha kreatif lainnya yang tertata dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Kalau fasilitas ada tapi warga tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, itu percuma. Warga bisa mulai dari usaha kecil, yang penting rapi dan memberi manfaat,” tegasnya.

Baca juga  Ribuan Relawan Deklarasi Menangkan Syarwani - Kilat di Pilkada Bulungan Ini

Tasa Gung juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai membangun mental kewirausahaan sejak dini.

“Ekonomi besar selalu dimulai dari hal kecil. Jangan takut mencoba, seperti membuka warung kopi atau menjual jajanan ringan yang halal dan bermanfaat,” katanya.

Lapangan olahraga yang dibangun di Jelarai Selor dirancang dengan konsep terpadu. Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi lapangan voli, mini soccer, jogging track, hingga tribun penonton agar dapat dimanfaatkan seluruh kalangan usia.

Baca juga  Tim Srikandi Judo Polda Kaltara Raih Medali di Judo Kapolri Cup 2024

Menurut Tasa Gung, fasilitas tersebut juga memiliki fungsi sosial dan pendidikan karakter bagi anak-anak maupun remaja.
“Anak-anak dan remaja bisa belajar disiplin, kerja sama, dan interaksi positif melalui fasilitas ini. Bangunan saja tidak cukup, perilaku baik dari lingkungan juga penting,” jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan di Jelarai Selor diarahkan agar inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan yang berhasil itu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Kalau semua fasilitas bisa dimanfaatkan dengan baik, ekonomi dan aktivitas masyarakat akan ikut terdorong,” pungkas Tasa Gung.

Baca juga  Polda Kaltara Gelar Jumat Curhat di Pondok Pesantren Fatimah Az-Zahra - Pena Kaltara

Tahap awal pembangunan fasilitas publik tersebut dimulai pada 2025 melalui anggaran pokok pikiran DPRD sekitar Rp800 juta yang dilaksanakan oleh OPD teknis Pemkab Bulungan. Pada 2026, pembangunan dilanjutkan secara bertahap dengan fokus perbaikan lapangan bola, jogging track, lapangan voli, serta penambahan fasilitas pendukung lainnya.

“Untuk tahun ini, fokusnya memperbaiki fasilitas yang ada dan menambah sarana baru agar lapangan benar-benar bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan positif,” tutup Tasa Gung. (adv)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer