TANJUNG SELOR – Kondisi cuaca di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya masih didominasi udara kabur akibat asap. Berdasarkan pantauan hingga 10 September 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara.
Forecaster on Duty, Sylvi Yulianti, menyampaikan jarak pandang mendatar pada Selasa (8/9/2026) pagi hari tercatat hanya mencapai 800 meter.
“Dari pantauan kondisi cuaca di Kab. Bulungan dan sekitarnya hingga tanggal 10 masih didominasi udara kabur karena Asap (Smoke). Jarak pandang mendatar pada pagi ini tercatat 800 meter,” ujar Sylvi, Selasa (8/9).
Selain jarak pandang yang terbatas, kualitas udara berdasarkan pantauan alat PM2.5 di BMKG Tanjung Harapan juga masih berada dalam kategori tidak sehat.
“Dari pantauan alat PM2.5 yang berada di BMKG Tanjung Harapan kondisi kualitas udara juga masih dalam kategori TIDAK SEHAT dengan nilai 102.4 μg/m³,” katanya.

Sementara itu, titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Utara juga masih terpantau cukup tinggi. Hingga pukul 23.59 WIB dini hari, tercatat sebanyak 177 titik panas terpantau di wilayah Kaltara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Sylvi mengimbau masyarakat Kalimantan Utara, khususnya warga Kabupaten Bulungan dan sekitarnya, untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Gunakan masker medis atau N95 saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko ISPA akibat partikulat halus asap,” imbaunya.
Masyarakat yang berkendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan akibat jarak pandang yang berkurang karena kerapatan asap.
“Batasi kecepatan dan nyalakan lampu utama saat jarak pandang berkurang mendatar akibat kerapatan asap,” lanjutnya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah karena kondisi permukaan yang relatif kering berpotensi memperluas titik api.
“Dilarang keras melakukan pembakaran lahan atau sampah dalam bentuk apa pun karena kondisi permukaan yang relatif kering berpotensi memperluas titik api,” tegasnya.
Kelompok masyarakat rentan, seperti anak-anak, lansia dan penderita asma, juga disarankan meminimalkan aktivitas fisik di luar ruangan selama kondisi kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. (ve26/nn)












