MALINAU – Menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Malinau, Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kaltara bersama Pengurus Cabang (Pengcab) IPSI Malinau menggelar Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional (PPPSN) hasil Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI Tahun 2026, sekaligus asesmen dan seleksi wasit-juri pencak silat.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKPSDM Kabupaten Malinau ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia pertandingan yang profesional, berintegritas, dan memahami regulasi terbaru. Terlebih, Kabupaten Malinau dipersiapkan sebagai tuan rumah Porprov II Kaltara.
Kegiatan tersebut menghadirkan penguji sekaligus narasumber berkompeten dari Lembaga Wasit-Juri PB IPSI, yakni H. Deni Hendrik Akbar, wasit-juri internasional yang juga menjabat Ketua Lembaga Wasit-Juri Provinsi Jawa Barat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta terhadap peraturan pertandingan, termasuk penyesuaian standar nasional dan internasional.
Ketua Umum Pengprov IPSI Kaltara, Suroso, S.E., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi perangkat pertandingan merupakan bagian penting dari persiapan menuju Porprov II Kaltara, sekaligus upaya membangun prestasi pencak silat di daerah.

“Ini menjadi langkah strategis untuk menyukseskan Porprov II Kaltara, dengan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah. Kita ingin melalui persiapan yang matang, nantinya lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara, bahkan Indonesia,” ujar Suroso.
Ia juga mengingatkan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, dinamika peraturan pertandingan menuntut seluruh unsur pencak silat, khususnya wasit, juri, dan pelatih, untuk terus memperbarui pengetahuan serta menyamakan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.
Suroso menekankan pentingnya menghadirkan korps wasit-juri yang adil, jujur, berintegritas, dan kompeten. Sebab, kualitas kepemimpinan pertandingan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kompetisi yang sportif serta memberikan ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Wasit dan juri memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas sebuah kejuaraan. Karena itu, kita membutuhkan perangkat pertandingan yang benar-benar memahami aturan, bersikap adil, dan menjunjung tinggi integritas, sehingga kompetisi dapat berjalan dengan baik dan melahirkan atlet berprestasi,” tegasnya.

IPSI Malinau Siapkan Perangkat Pertandingan untuk Porprov II Kaltara
Sementara itu, perwakilan panitia yang juga Wakil Ketua IPSI Malinau, Minarto, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama meningkatkan kompetensi dan integritas wasit-juri serta pelatih, khususnya dalam memahami perubahan peraturan pertandingan hasil Munas PB IPSI Tahun 2026.
Sebagai daerah yang menjadi tuan rumah Porprov II Kaltara, Malinau membutuhkan kesiapan teknis yang memadai, termasuk ketersediaan perangkat pertandingan yang memahami regulasi dan mampu menjalankan tugas secara profesional.

Minarto menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 29 peserta yang terdiri atas wasit, juri, dan pelatih. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai peraturan pertandingan terbaru sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman peserta terhadap aturan terbaru, sekaligus mempersiapkan wasit-juri yang akan bertugas pada Porprov II Kaltara. Prinsipnya, mereka harus menjalankan tugas dengan jujur, tegas, dan bermartabat,” ungkap Minarto.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pencak silat di Kalimantan Utara.
Narasumber Internasional Tekankan Peningkatan Kualitas SDM
Narasumber H. Deni Hendrik Akbar menyampaikan bahwa sosialisasi dan asesmen ini merupakan kesempatan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pencak silat di Kaltara, baik dari unsur wasit-juri maupun pelatih.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak cukup hanya melalui penyampaian materi satu arah. Diperlukan komunikasi dua arah agar peserta dapat memahami ketentuan pertandingan secara lebih mendalam, mendiskusikan persoalan teknis, serta memperoleh pemahaman yang tepat dalam penerapannya di lapangan.

Ia menyatakan kesiapan untuk membantu proses peningkatan kapasitas tersebut, sehingga para peserta memiliki bekal yang lebih kuat dalam menjalankan tugas pada berbagai kejuaraan mendatang.
Pembekalan juga mencakup materi peraturan pertandingan kategori jurus serta ketentuan mengenai pakaian pelatih dan wasit-juri. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan standar pelaksanaan pertandingan agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Persiapan Matang untuk Porprov yang Sportif dan Berkualitas
Pelaksanaan sosialisasi, asesmen, dan seleksi ini menunjukkan peran penting IPSI Kaltara bersama IPSI Malinau dalam menyiapkan penyelenggaraan Porprov II Kaltara, bukan hanya dari sisi pelaksanaan kompetisi, tetapi juga dari kualitas perangkat pertandingan.
Kesiapan wasit-juri dan pelatih menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga yang menentukan kualitas kompetisi. Dengan pemahaman aturan yang seragam, integritas yang kuat, dan kemampuan teknis yang terus ditingkatkan, pertandingan diharapkan dapat berlangsung secara objektif, sportif, dan profesional.

Lebih dari itu, upaya ini diharapkan memperkuat pembinaan pencak silat di Kalimantan Utara, membuka ruang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang, serta menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus melahirkan prestasi.
Melalui kolaborasi Pengprov IPSI Kaltara, Pengcab IPSI Malinau, dan dukungan narasumber berpengalaman di tingkat internasional, persiapan menuju Porprov II Kaltara diharapkan semakin matang, sehingga Kabupaten Malinau dapat menyambut pesta olahraga provinsi tersebut dengan perangkat pertandingan yang kompeten dan menjunjung tinggi sportivitas. (dd)












