TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. Hal itu ditegaskan saat menghadiri Kick Off Program Sekolah Enuma Indonesia (SEI) Fase Keempat yang digelar di SDN 001 Tanjung Selor. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan literasi dan numerasi berbasis teknologi bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Bulungan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Yayasan Litara dalam mendampingi literasi daerah sejak tahun 2017.
“Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Bulungan, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik keberlanjutan kerja sama dengan Yayasan Litara yang sejak 2017 telah aktif mendampingi dan menguatkan literasi di daerah kita,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Yayasan Litara sebagai lembaga non-profit telah membuktikan komitmen kuat dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya melalui penguatan literasi anak usia dini dan sekolah dasar.
“Kini, dengan hadirnya Program Sekolah Enuma Indonesia pada fase keempat, kita menyaksikan bentuk inovasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelas Kilat.
Program SEI mengusung pendekatan pembelajaran interaktif berbasis permainan digital, yang menurutnya sangat relevan dengan karakter generasi digital masa kini. Wakil Bupati menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi seluruh proses belajar.
“Pemerintah daerah mendukung penuh program ini dan mengajak semua pihak – guru, orangtua, dan komunitas pendidikan – untuk bersama-sama membangun gerakan literasi digital yang menyenangkan, aman, dan bermakna bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan optimisme bahwa program ini dapat menjadi referensi nasional bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, saya ucapkan selamat dan sukses atas dimulainya program ini. Terima kasih kepada Yayasan Litara atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini,” tutup Kilat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Litara, Edi Wahyu Sri Mulyono, memberikan penjelasan teknis mengenai aplikasi Enuma.
“Enuma masuk ke Indonesia dengan dukungan perwakilan di Jakarta. Ini aplikasi dari luar negeri, tapi untuk Indonesia ditambahkan pelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan standar Pajar dan BSKAP,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aplikasi ini memiliki ratusan modul dan ribuan permainan edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
“Anak-anak sekarang adalah generasi digital. Jadi, pendekatan pembelajaran juga harus adaptif,” tambahnya.
Program ini mencakup siswa kelas awal hingga siswa kelas 5 dan 6 yang masih mengalami kesulitan membaca. Saat ini, sebanyak 444 siswa telah terdaftar secara resmi dengan akun individual untuk memantau perkembangan belajar mereka.
Dari pihak sekolah, Kepala SDN 001 Tanjung Selor, Agus, S.Pd, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program.
“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari implementasi program ini. Kami percaya pendekatan seperti ini mampu membangkitkan semangat belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda,” ujarnya.
Kick Off fase keempat Program SEI turut dihadiri para guru dan sejumlah pemangku kepentingan yang hadir untuk memberikan dukungan penuh.
Dengan dimulainya fase terbaru ini, Program Sekolah Enuma Indonesia semakin meneguhkan perannya sebagai inovasi pembelajaran yang menyenangkan, efektif, serta mampu memperkuat kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di Kabupaten Bulungan. (DKIP_Bulungan)





