TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mengatasi permasalahan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Bulungan. Ia menyebut, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan wacana, tetapi membutuhkan aksi nyata, terukur, dan berkesinambungan di lapangan.
“Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar karena semua sudah tahu betapa pentingnya persoalan stunting ini. Namun saya merasa sedih, karena ternyata masih ada sekitar 38 anak yang terkena stunting di Tanjung Selor Timur, yang notabene ada di wilayah kita sendiri,” ujar Kilat dengan nada prihatin.
Menurutnya, angka tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting harus terus diperkuat, terutama di wilayah yang secara akses dan fasilitas relatif lebih dekat dengan pusat pemerintahan.
Wakil Bupati Bulungan menekankan bahwa langkah nyata dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menurunkan angka stunting secara signifikan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga unsur masyarakat, untuk terlibat aktif.
“Mari kita berkomitmen bersama. Kita harus turun langsung ke lapangan agar tahu kendala yang dihadapi masyarakat. Saya berharap posyandu dan ibu-ibu PKK terus diberdayakan untuk mendeteksi dini dan menindaklanjuti setiap kasus stunting,” tegasnya.
Ia menilai peran kader posyandu dan PKK sangat strategis karena berada paling dekat dengan keluarga dan anak-anak. Dengan penguatan peran mereka, deteksi dini dan intervensi cepat dapat dilakukan sebelum kondisi stunting semakin parah.
Selain itu, Kilat juga menekankan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia meminta seluruh instansi terkait untuk menyampaikan laporan secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Laporan selanjutnya harus mencantumkan data by name by address, agar setiap langkah yang kita ambil memiliki hasil nyata. Saya berharap desa dan kecamatan lain juga termotivasi agar ke depan kita mendapatkan hasil yang lebih baik,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati Bulungan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan penanganan stunting sebagai gerakan bersama demi masa depan generasi Bulungan.
“Mari kita semua berbuat untuk anak-anak kita,” pungkasnya. (DKIP_Bulungan)





