TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, menilai bahwa madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. Hal ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kunjungan kerja untuk melihat secara langsung proses produksi madu kelulut di Kabupaten Bulungan.
Menurut Wakil Bupati, pengembangan madu kelulut tidak hanya dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta memperkuat sektor UMKM dan agroindustri di Bulungan.
“Ada potensi besar dari madu kelulut yang bisa dikembangkan. Dari kunjungan kerja sebelumnya, saya melihat prosesnya secara langsung dan melihat peluang yang sangat menjanjikan,” ujar Kilat, A.Md.
Ia pun berangan-angan agar pengembangan madu kelulut dapat dilakukan secara terstruktur dan profesional, mulai dari peningkatan kualitas produksi, manajemen pemasaran, hingga sertifikasi mutu produk agar dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional.
“Saya berharap agar madu kelulut ini tidak hanya dikembangkan sebagai usaha skala kecil, tetapi juga dapat menjadi produk unggulan yang memberi manfaat ekonomi luas bagi masyarakat Bulungan,” tegasnya.
Wakil Bupati Kilat menekankan pentingnya pendampingan teknis dan pelatihan bagi petani madu kelulut, termasuk pemahaman tentang pemeliharaan lebah, kualitas madu, serta pengolahan dan pengemasan yang higienis.
“Dengan pendampingan yang tepat, kualitas madu kelulut akan meningkat, peluang pasar terbuka lebih lebar, dan petani bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih baik,” tambahnya.
Ia optimis, pengembangan madu kelulut dapat menjadi salah satu sektor andalan Bulungan dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Saya yakin, jika dikelola dengan baik, madu kelulut akan menjadi salah satu produk unggulan Bulungan yang mendukung ekonomi masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” tutup Wakil Bupati. (DKIP_Bulungan)





