LONG PESO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menunjukkan kepedulian dan empati mendalam dengan hadir langsung di tengah warga Desa Long Peso, Kecamatan Peso, yang tengah dilanda duka akibat musibah kebakaran yang menghanguskan permukiman mereka. Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (15/1/2026), sehari setelah peristiwa kebakaran terjadi.

Musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita itu menghanguskan tiga unit rumah, termasuk Lamin Adat Peso yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi, serta sebuah rumah dinas bidan yang sudah lama tidak berpenghuni. Kebakaran ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat.
Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md, bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan Yunus Luat, S.Pd., M.Pd, didampingi Camat Peso Joni Kuleh, S.Th, turun langsung ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan penguatan moril.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bulungan menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat Long Peso.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, kami benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh warga Desa Long Peso. Musibah ini adalah duka kita bersama,” ujar Kilat, A.Md dengan nada haru.
Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Kehadiran langsung di lokasi juga dibarengi dengan penyaluran bantuan darurat melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bulungan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Terkait keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah Peso, Wabup Kilat menyampaikan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan pengadaan armada pemadam kebakaran.
“Untuk permohonan kendaraan pemadam kebakaran, sebenarnya sudah kami disposisikan di akhir tahun lalu. Namun musibah datang lebih dulu. Kami pastikan di pertengahan atau akhir tahun ini bantuan armada pemadam kebakaran akan terealisasi,” ungkapnya.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap Lamin Adat Peso yang turut terbakar. Bangunan tersebut bukan hanya aset fisik, tetapi juga simbol budaya dan kebersamaan masyarakat adat.
“Kami memahami bahwa Lamin Adat ini dibangun dengan gotong royong beberapa desa. Kami sudah berkomunikasi dengan Sekda, dan kemungkinan perencanaannya dimasukkan dalam anggaran perubahan, sehingga pada 2027 pembangunan bisa mulai dilakukan,” jelas Wabup.

Ia mengakui bahwa tantangan utama adalah ketersediaan bahan kayu ulin yang kini sangat langka, namun pemerintah tetap berkomitmen memperhatikan aspirasi masyarakat.
“Apakah nanti bentuknya sama atau ada penyesuaian, tentu akan kita bicarakan bersama masyarakat. Prinsipnya, kami tetap perhatikan dan mengikuti kemauan warga,” tambahnya.
Camat Peso, Joni Kuleh, S.Th, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung pemerintah kabupaten di tengah masyarakat yang sedang berduka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan atas bantuan dan perhatian yang diberikan secara langsung. Ke depan, tentu kami berharap ada bantuan lanjutan bagi rumah-rumah warga yang terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Tagana Kabupaten Bulungan memastikan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terkait penyusunan proposal bantuan lanjutan. Tagana juga telah menyalurkan bantuan kedaruratan serta bantuan stimulan kepada warga terdampak.
Perwakilan adat setempat turut menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar Lamin Adat Peso dapat kembali dibangun.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah. Lamin Adat ini adalah jantung kebudayaan kami. Harapan kami, bangunan ini bisa terbangun kembali,” ungkap perwakilan adat.

Usai meninjau lokasi kebakaran, Wakil Bupati Bulungan juga menyempatkan diri mengunjungi rumah duka yang lokasinya tidak jauh dari area kebakaran. Dalam kunjungan tersebut, Wabup memberikan penghiburan dan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang berduka.
Kehadiran Wakil Bupati Bulungan di tengah warga membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat Long Peso.
“Kehadiran pemerintah menjadi penguat bagi kami. Ini memberi semangat bahwa kami tidak ditinggalkan,” ungkap salah satu warga.
Sementara itu, Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo, membenarkan kejadian kebakaran tersebut dan menjelaskan kronologi serta dampaknya.
“Benar, telah terjadi kebakaran rumah pemukiman warga di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 Wita. Api berhasil dipadamkan berkat kerja sama masyarakat dan aparat setempat,” ujar Aipda Hadi Purnomo.
Ia merinci bahwa rumah yang terbakar adalah milik Jalung Usat (70 tahun) yang dihuni 5 jiwa, rumah Anton Elias (40 tahun) dengan 3 jiwa, serta Lamin Adat Peso. Selain itu, beberapa rumah lain di sekitar lokasi juga terdampak.
Aipda Hadi Purnomo juga memaparkan kronologi berdasarkan keterangan saksi.

“Sekitar pukul 17.10 Wita, saksi Anton Elias pulang dari kebun dan melihat rumah kosong di sampingnya sudah terbakar. Sementara saksi Jalung Usat merasakan panas dan asap masuk ke rumah, hingga akhirnya melihat api sudah menyambar bagian atas rumahnya,” jelasnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan secara gotong royong oleh warga Desa Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean, dibantu personel Koramil Peso dan Polsek Long Peso, menggunakan air selokan dan alat seadanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korsleting arus listrik dari rumah tidak berpenghuni diduga menjadi penyebab kebakaran. Total kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.
“Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri,” pungkas Aipda Hadi Purnomo.
Pemkab dan Polresta Bulungan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik, terutama pada rumah-rumah yang lama tidak dihuni, guna mencegah musibah serupa terulang di masa mendatang.
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat—terutama saat duka menyelimuti. (DKIP_Bulungan)





