TANJUNG SELOR – Mengenang jasa dan pengabdian para pendahulu menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236 Tahun 2026. Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Kilat, A.Md., Sekda Ir. Risdianto, Ketua DPRD Riyanto, S.Sos., dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si., berziarah ke makam para tokoh daerah di TPU Tanjung Harapan, Kamis (8/10/2026).
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para mantan pemimpin dan tokoh yang telah memberikan pengabdian sekaligus meletakkan fondasi bagi perjalanan pembangunan Kabupaten Bulungan. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bupati Syarwani mengatakan, para pendahulu bukan sekadar nama dalam catatan sejarah pemerintahan, melainkan bagian dari perjalanan Bulungan yang jasa dan pengabdiannya patut dihormati serta dikenalkan kepada generasi penerus.
“Tentu ini merupakan kegiatan yang positif dan itu juga menjadi komitmen kita di pemerintah daerah. Bagaimana kita memberikan penghormatan dan juga penghargaan terhadap orang-orang yang telah berjasa, orang-orang tua kita yang pernah memimpin di Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani.
Dalam ziarah tersebut, Syarwani mengunjungi makam almarhum H. Sudjati, Bupati Bulungan periode 2016–2020; Almarhum Henry Edom, Wakil Bupati Bulungan periode 2000–2005; serta almarhum Zainal Abidinsah, mantan Ketua DPRD Bulungan, bersama sejumlah tokoh lainnya.
Menurut Syarwani, penghormatan kepada para pendahulu perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya merawat sejarah daerah. Ia berharap kegiatan ziarah dapat menjadi tradisi yang terus dilaksanakan setiap momentum hari jadi.
“Harapan kita, ini menjadi tradisi yang terus dipertahankan dalam setiap momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan setiap tahunnya,” ujarnya.
Momentum ziarah juga menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, terutama semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam budaya Tenguyun.
Syarwani menilai semangat tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan Bulungan. Kebersamaan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan semangat Tenguyun, itu merupakan cerminnya yang harus terus kita jaga dan kita rawat sampai kapanpun di Kabupaten Bulungan ini,” tegasnya.
Pemkab Bulungan juga memberikan perhatian terhadap penataan dan pemeliharaan makam para tokoh daerah. Langkah tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga jejak sejarah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Rangkaian ziarah selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke Kompleks Pemakaman Kerabat Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, Jumat (9/10/2026).
Memasuki usia ke-66, Kabupaten Bulungan terus bergerak menghadapi tantangan pembangunan. Namun, perjalanan tersebut tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
Ziarah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah bukan hanya tentang apa yang dikerjakan hari ini, tetapi juga tentang menghargai mereka yang telah lebih dahulu mengabdi dan membuka jalan.
Menghormati jasa para pendahulu, merawat semangat Tenguyun, dan melanjutkan pengabdian menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Bulungan terus tumbuh dan berkembang menuju masa depan yang lebih baik. (DKIP_Bulungan)












