TANJUNG SELOR – Nasib nahas menimpa mantan Kepala Desa Apung, AB, yang rumahnya ludes terbakar pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 00.25 WITA. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari gudang di bagian depan rumah.
Menurut keterangan saksi BR, sekitar pukul 00.30 WITA dirinya mendapat telepon dari mantan istri AB yang mengabarkan terjadinya kebakaran. “Saya langsung memanggil warga untuk membantu memadamkan api dan mencoba menghubungi pemadam kebakaran. Tapi karena api sudah membesar, baru bisa dipadamkan setelah mobil pemadam datang sekitar pukul 02.15 WITA,” ungkap BR.
Hal serupa juga disampaikan saksi MA, anak dari AB. Ia mengatakan saat kejadian dirinya sudah tertidur lelap. “Sekitar pukul 00.20 WITA saya terbangun karena mendengar anak saya teriak ada api di bagian depan rumah. Saya langsung membangunkan keluarga untuk menyelamatkan diri. Karena api cepat menyebar, saya tidak sempat menyelamatkan harta benda,” ujar MA.
MA menambahkan, dirinya bersama warga berusaha memadamkan api dengan air kolam sekitar rumah. Namun, api baru benar-benar padam setelah mobil pemadam kebakaran tiba pukul 01.45 WITA dan berhasil menguasai kobaran sekitar pukul 02.15 WITA.
Akibat kebakaran tersebut, dua keluarga yang tinggal di rumah tersebut, yaitu keluarga AB dan MA dengan total 8 orang, harus kehilangan tempat tinggal. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah).
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K melalui PS Kasi Humas Polresta Bulungan, Iptu Magdalena Lawai, S.Sos membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.
“Benar, telah terjadi kebakaran di Desa Apung yang menghanguskan rumah milik mantan Kades. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di rumah. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa instalasi listrik dan tidak menyepelekan hal-hal kecil yang bisa menimbulkan kebakaran. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tegas Iptu Magdalena. (dni)





