TANJUNG SELOR – Peran aktif Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali terlihat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis. Personel Piket Polsek Tanjung Palas Barat, Polresta Bulungan, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi bersama tokoh masyarakat di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kamis (23/4/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.30 Wita tersebut dilaksanakan oleh Bripda Yogin dan Bripda Daniel sebagai bagian dari program Polisi Silaturahmi Masyarakat dan Tokoh. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat pada malam hari menjadi upaya konkret dalam membangun komunikasi serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keamanan lingkungan. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pencegahan gangguan ketertiban akibat konsumsi minuman keras.“Kami meminta masyarakat untuk turut mendukung kepolisian dengan segera melaporkan apabila ada warga yang mengonsumsi minuman keras dan berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujar petugas di sela kegiatan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk proaktif memberikan informasi terkait keberadaan pendatang baru di lingkungan mereka. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan.“Apabila ada warga baru yang datang dan menetap, kami harap dapat segera diinformasikan kepada pihak kepolisian guna mengantisipasi kemungkinan tindak kriminal,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, Polri juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan masyarakat. Warga diminta untuk memperkuat koordinasi dengan aparat, termasuk peran RT dalam mendata tamu yang datang lebih dari 1×24 jam.“Jika terdapat kelompok atau aktivitas yang mencurigakan, segera berkoordinasi dengan Polsek agar dapat ditindaklanjuti,” tegas petugas.
Dalam kesempatan tersebut, Polri turut mengingatkan bahaya peredaran minuman keras dan narkoba yang dapat merusak generasi muda. Sinergi antara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Tak kalah penting, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan senjata api rakitan maupun bom babi yang berpotensi membahayakan keselamatan.“Apabila mengetahui adanya penggunaan senjata api rakitan atau bom babi, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, personel Polri juga melakukan sambang ke pos keamanan lingkungan (poskamling) RT 07 Desa Long Beluah guna memastikan kesiapsiagaan warga dalam menjaga keamanan secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama. (HmsPolresta)





