Bukti Fisik Terkontaminasi, Polisi Belum Simpulkan Kasus AKG

redaksi

Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama, saat ditemui kamis, 25/6/2026. (FOTO:Winda/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian remaja perempuan berinisial AKG (15), yang tewas dalam kebakaran rumah di Jalan Perjuangan 2, RT 001, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Selasa (15/4/2025). Kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang telah terkontaminasi menjadi salah satu kendala utama dalam proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium forensik hingga kini belum sepenuhnya selaras dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Penyidikan awal menunjukkan kondisi fisik TKP telah mengalami kerusakan cukup berat untuk kepentingan pemeriksaan forensik. Area kejadian dinilai tidak lagi steril akibat banyaknya pihak yang keluar masuk saat proses evakuasi dan pemadaman berlangsung, termasuk petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) maupun warga sekitar.

Baca juga  Brigpol Berti Raih Juara 2 di Kejuaraan Menembak Benuanta Cup 2025

“TKP sudah tidak steril lagi. Banyak pihak yang keluar masuk saat proses evakuasi dan pemadaman sehingga kondisi material di dalam kamar korban berubah dan menyulitkan pemeriksaan forensik,” ujar Rio, Kamis (25/6/2026).

Akibat kontaminasi tersebut, tim Laboratorium Forensik (Labfor) mengalami kendala dalam menganalisis sampel yang diperoleh dari lokasi kejadian. Hasil pengujian tidak menemukan kandungan hydrocarbon, yakni senyawa yang lazim ditemukan pada bahan bakar minyak atau zat yang dapat mempercepat proses pembakaran.

“Tim Labfor menyatakan tidak menemukan adanya kandungan hydrocarbon pada sampel cairan yang diuji. Hal ini membuat motif atau penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan hanya berdasarkan bukti fisik cairan,” terangnya.

Baca juga  Hadir di Tengah Masyarakat, Wujud Polri Melayani Sepenuh Hati

Di sisi lain, hasil otopsi jenazah AKG yang telah diterima penyidik juga belum menunjukkan kesesuaian dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Ketidaksinkronan tersebut membuat polisi harus melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memperoleh gambaran utuh terkait penyebab kematian korban.

Mencari titik terang, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, termasuk kedua orang tua korban. Polisi juga melibatkan tim psikologi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan tim psikologi dari Surabaya guna mendalami kondisi psikologis pihak keluarga.

Baca juga  Warga Keluhkan Kerawanan Curanmor di Kulteka, Tanjung Selor di Momen Minggu Kasih

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, kepolisian menegaskan akan menangani perkara ini secara hati-hati dan berbasis alat bukti.

“Kami masih terus melakukan pendalaman agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan apakah terdapat tersangka atau ada tindak pidana murni dalam kasus ini,” tegasnya.

Saat ini, penyelidikan difokuskan pada pengumpulan alat bukti tambahan serta pencocokan kembali antara hasil otopsi dengan bukti-bukti sekunder lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab utama kematian AKG dapat diungkap secara objektif, transparan, dan sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan. (wd26/nn)

Baca juga

Tags