Kemarau Jadi Evaluasi, Bhabinkamtibmas Sekatak Dorong Pemulihan Lahan Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

redaksi

SEKATAK – Upaya mendukung ketahanan pangan dan program Asta Cita terus dilakukan dengan melihat secara langsung berbagai kondisi yang dihadapi petani di lapangan. Salah satunya melalui pemantauan terhadap lahan jagung milik petani di Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak, yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang.
Bhabinkamtibmas Polsek Sekatak Jefri Setiawan turun memantau kondisi lahan pertanian yang dikelola petani Nanang, anggota Kelompok Tani Maju Bersama yang diketuai Anggun.
Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut ditanami jagung jenis Hebat pada 20 Juni 2026. Tanaman sebelumnya diproyeksikan memasuki masa panen pada Oktober 2026. Namun, kondisi cuaca berupa kemarau panjang membuat pertumbuhan tanaman tidak berjalan optimal hingga akhirnya mengalami gagal panen.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam upaya memperkuat pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sekatak.
Bagi petani, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Faktor ketersediaan air, kondisi cuaca, pemilihan waktu tanam serta pola pendampingan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar produktivitas pertanian dapat kembali ditingkatkan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Kegagalan panen kali ini tidak menyurutkan semangat untuk terus mengembangkan lahan pertanian. Justru, kondisi tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan mencari langkah pemulihan sehingga petani dapat kembali berproduksi pada musim tanam berikutnya.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian.
Dengan sinergi antara petani, kelompok tani, pemerintah, penyuluh serta unsur kepolisian di tingkat desa, berbagai kendala di lapangan diharapkan dapat diidentifikasi lebih awal dan dicarikan solusi yang tepat.
Gagal panen hari ini bukan berarti berhenti bertani. Dari setiap tantangan, ada evaluasi dan peluang untuk bangkit, memperbaiki pola tanam, serta kembali menghasilkan pangan bagi masyarakat. (HmsPolresta)

Baca juga  Ops Mantap Praja Kayan 2024 - 2025, Polresta Bulungan Intensifkan Pengamanan di Kantor dan Gudang Logistik Pemilu

Baca juga

Tags