Ketua Bawaslu Kaltara Ajak Gen-Z Tak Acuh Terhadap Politik, Yakobus: Peristiwa Politik Tentukan Nasib Kalian Kedepan

redaksi

NUNUKAN, Penakaltara.Id – Ketua Bawaslu Kaltara hadiri undangan Bawaslu Kabupaten Nunukan dalam acara Sekolah Parlemen dengan Tema: Gen-Z For Indonesia “Menyiapkan Generasi Muda, Mengisi Pembangunan Politik dan Kebangsaan”. Dalam sambutannya Yakobus mengatakan pemilih Gen-Z menjadi kelompok penentu yang akan menjadi pemimpin khususnya di Kabupaten Nunukan.

“Pada Pemilu 2024, pemilih Gen-Z berjumlah 107.000 atau sebanyak 21% dari total DPT Kalimantan utara. Gen Z menjadi salah satu kelompok yang paling sering didiskusikan bahkan diteliti selama pemilu dan pilkada 2024 kemarin karena menjadi kelompok yang paling berpengaruh terhadap hasil pemilu.” Ungkapnya.

Lanjut Yakobus oleh karena itu, Gen-Z tidak boleh acuh tak acuh terhadap politik, karena peristiwa politiklah yang akan menentukan Nasib kalian ke depan, yang akan menentukan kemana arah bangsa kita berlayar selanjutnya. Meski rangkaian tahapan pemilu dan pilkada berjalan dengan lancar, namun masih memberikan catatan perbaikan yang harus diperbaiki oleh semuan elemen Masyarakat termasuk kelompok Gen-Z.

Baca juga  Bawaslu kaltara Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Masyarakat Pra Lansia dan Lansia

Yakobus menjelaskan ada 3 peran Gen-Z dalam Pemilu, pertama sebagai pemilih, kedua sebagai agen perubahan, ketiga sebagai pengawas partisipatif.

“Pemilih gen z yang jumlah sangat besar tentu menjadi pemilih yang paling menentukan hasil pemilu yakni siapa perwakilan rakyat selanjutnya, siapa Bupati selanjutnya, siapa Gubernur selanjut, bahkan siapa Presiden selanjutnya. Oleh karenanya kita berhadarap partisipasi adik-adik untuk menggunakan hak suaranya sangatlah penting”.
Dia menjelaskan, Gen Z harusnya memiliki visi yang jelas dan nilai-nilai yang berbeda seperti inklusivitas, keadilan, kebenaran dan menjadi sumber inspirasi untuk perubahan yang positif. Di era sekarang gen z lah yang paling akrab dengan gadget, menyuarakan nilai-nilai tersebut sudah bisa menggunakan sosial media, menyampaikan aspirasi sudah bisa dengan tiktok dan Instagram seperti para content creator lakukan.

Baca juga  Jelang Pemilihan Kepala Daerah Bawaslu Kaltara Gelar Rapat Koordinasi dengan Stakeholder

Adapun peran yang terkahir yaitu sebagai pengawas partisipatif, dalam pemilu pengawas pemilu itu tak hanya Bawaslu, namun Masyarakat juga bisa menjadi pengawas pemilu.

“Apa yang mesti Masyarakat lakukan dalam mengawasi pemilu? Masyarakat bisa melaporkan segala kecurangan yang ditemukan kepada Bawaslu minimal memberikan informasi kepada pengawas pemilu”. Tutup Yakobus. (***/)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer