TANJUNG SELOR – Masyarakat Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Rabu pagi (22/04/2026). Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah bangunan yang dikenal sebagai Salon H-04, tepat di depan kawasan Pantai Lima Putri.
Peristiwa ini bermula ketika seorang saksi berinisial M (alias A), yang merupakan rekan korban, memberikan tumpangan tidur kepada korban berinisial H (36) pada Selasa malam (21/04). Korban yang berprofesi sebagai nelayan sekaligus perias (salon) tersebut berencana melakukan dekorasi di sebuah gedung keesokan harinya.
Sekitar pukul 20.00 WITA, korban sempat masuk ke kamar sebanyak dua kali sebelum pamit keluar untuk membeli rokok. Saat itu, saksi M berpesan agar pintu tidak dikunci. Namun, hingga saksi tertidur sekitar pukul 00.00 WITA, ia tidak menyadari apakah korban sudah kembali atau belum.
Tabir gelap baru terungkap pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Seorang rekan lainnya berinisial A menghubungi saksi M melalui telepon untuk menanyakan keberadaan H karena ponsel korban tidak dapat dihubungi.
“Saya kemudian mengecek ke dalam kamar dan mendapati saudara H dalam keadaan sudah tergantung di dalam kamar rumah kontrakan saya,” ujar saksi M dalam keterangan awalnya kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Tanjung Palas Timur segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian dan mengevakuasi jenazah. Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas, Aipda Hadi Purnomo membenarkan kejadian tersebut.
“Unit Reskrim telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi almarhum ke Puskesmas Tanah Kuning untuk dilakukan visum,” ungkap Aipda Hadi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Tanah Kuning, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh almarhum. Di TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali nilon warna biru, dua buah kursi plastik yang tertumpuk, bantal, ponsel pintar, serta bungkusan rokok dan korek api.
Meski motif resmi masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dari kalangan masyarakat, korban diduga tengah terhimpit masalah ekonomi. Dalam beberapa hari terakhir, korban dilaporkan sempat menghubungi beberapa rekan untuk meminjam uang dengan nominal yang cukup besar, berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta.
“Diperkirakan korban mengalami masalah pribadi terkait utang piutang kepada sejumlah orang, sehingga nekat mengambil jalan pintas tersebut,” tambah keterangan resmi pihak kepolisian.
Pihak keluarga almarhum telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Rencananya, jenazah pria asal Bugis tersebut akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Tanah Kuning pada hari yang sama. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan tetap kondusif dan terkendali. (***)
Catatan Redaksi:
Depresi dan masalah pribadi bukanlah akhir dari segalanya. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda depresi atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas medis terdekat.





