TANJUNG PALAS — Pagi di UPT SP 3, Tanjung Palas Hilir, terasa lebih sunyi dari biasanya. Hamparan ladang jagung yang semestinya menguning siap panen, kini justru menyisakan cerita berbeda. Serangan hama ulat grayak telah merenggut harapan panen petani, meninggalkan jejak kecewa di tengah kerja keras yang telah dimulai sejak 11 Januari 2026.
Di antara sisa tanaman yang tak lagi subur, ada wajah-wajah yang menyimpan lelah sekaligus keteguhan. Salah satunya Abdul Sholeh, petani yang harus menerima kenyataan pahit gagal panen pada musim ini. Namun di tengah kondisi itu, ia tidak berjalan sendiri.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas, Bripda Anugerah Ferdy Prayoga, menjadi sosok yang tidak hanya datang sebagai aparat, tetapi juga sebagai pendamping yang hadir membawa ketenangan dan harapan baru bagi para petani.
“Kami tidak akan meninggalkan petani sendirian menghadapi kondisi ini. Kami akan terus memberikan pendampingan, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan mendorong upaya pencegahan agar ke depan hasil panen bisa lebih optimal,” tutur Bripda Anugerah Ferdy Prayoga dengan nada tegas namun penuh empati saat berada di tengah para petani
.
Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada sekadar kunjungan. Edukasi tentang pengendalian hama, diskusi mengenai pola tanam, hingga upaya pencegahan untuk musim berikutnya terus diberikan secara berkelanjutan. Polri pun hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat tani yang sedang berjuang bangkit.
Di sisi lain, Abdul Sholeh mencoba menguatkan diri di tengah kerugian yang ia alami. Matanya sempat menerawang ke lahan yang gagal panen, namun suaranya tetap menyimpan harapan.
“Memang ini ujian yang berat, tapi dengan adanya pendampingan dari Bhabinkamtibmas, kami merasa tidak sendiri. Kami jadi lebih semangat untuk mencoba lagi di musim berikutnya,” ucapnya pelan, seakan menahan getir yang perlahan berubah menjadi tekad.
Kisah di Tanjung Palas ini menjadi potret kecil dari perjuangan petani yang tak selalu berjalan mulus. Namun di balik kegagalan panen akibat serangan hama, hadirnya Polri melalui pendampingan yang konsisten memberi warna lain: bahwa harapan masih bisa tumbuh, bahkan di ladang yang sempat kehilangan hasilnya.
Peran aktif Polri di tengah masyarakat diharapkan terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa setiap kegagalan selalu membuka ruang untuk bangkit kembali. (***/ina)





