26.580 Pelajar Bulungan Jadi Sasaran Program KEJAR, OJK: Bukan Sekadar Punya Rekening, Tapi Investasi Karakter Finansial

redaksi

TANJUNG SELOR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Tahun 2026. Program ini menyasar 26.580 pelajar jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bulungan sebagai langkah membangun budaya menabung dan kecakapan finansial sejak usia dini.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program KEJAR 2026 yang digelar di Gedung PKK Bulungan, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih mandiri dalam mengelola keuangan.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Yulianta, mengatakan Program KEJAR tidak hanya bertujuan membuka rekening tabungan bagi peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.

Baca juga  HUT ke-66 Kodam VI/Mulawarman , Gelar Penanaman Pohon di Desa Basikor

“Program KEJAR bukan sekadar kepemilikan buku tabungan, melainkan investasi karakter jangka panjang. Melalui program ini, anak-anak dibiasakan hidup hemat dan disiplin, mempersiapkan dana pendidikan, memiliki dana darurat, serta belajar menyusun perencanaan keuangan sejak dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan, terdapat 145 sekolah dasar dengan 18.889 siswa serta 66 sekolah menengah pertama dengan 7.691 siswa, sehingga total sasaran Program KEJAR mencapai 26.580 pelajar.

Menurut Yulianta, potensi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bulungan. Saat ini, tingkat literasi keuangan tercatat 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen, sehingga masih terdapat selisih (gap) sebesar 14,05 persen yang perlu diperkecil melalui berbagai program edukasi keuangan.

Baca juga  Percepat Pengerjaan, Satgas TMMD Ke 121 Wiltas Kodim 0910/Malinau Terjunkan Alat Berat

Ia menambahkan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bulungan sejak 2025 telah menjalankan empat program prioritas, yakni Program KEJAR, Agen Laku Pandai, Linda (Lomba Inovasi Daerah), dan Aksi Benuanta sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri jasa keuangan, kami berharap budaya menabung serta pengelolaan keuangan yang sehat dapat tumbuh sejak usia sekolah,” katanya.

Baca juga  Gubernur dan Nikoil Group Jajaki Investasi Infrastruktur dan Hilirisasi Industri

OJK Kaltim-Kaltara juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan dukungan kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bulungan dalam mengimplementasikan Program KEJAR agar berjalan optimal dan menjangkau seluruh peserta didik.

Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki rekening tabungan, memahami pentingnya pengelolaan keuangan, serta mampu menjadi generasi yang mandiri secara finansial. Langkah ini sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulungan. (wd26/dd)

Baca juga

Tags