TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Berdasarkan hasil evaluasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Semester I Tahun 2026, Pemprov Kaltara berhasil meraih peringkat pertama Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) pada kategori Top 4 Provinsi di Wilayah Kerja Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru dengan predikat “Tinggi” dan skor 99,53.
Capaian tersebut menempatkan Kalimantan Utara sebagai provinsi dengan kualitas data ASN terbaik di regional, mengungguli Provinsi Kalimantan Timur yang memperoleh skor 99,38, Kalimantan Tengah 99,26, dan Kalimantan Selatan dengan nilai 99,02.
Keberhasilan tersebut menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan data aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kaltara telah berjalan secara akurat, terintegrasi, dan sesuai standar yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja secara konsisten dalam menjaga kualitas data kepegawaian. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah dalam mendukung transformasi digital birokrasi.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian kolektif ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran Pemprov Kaltara telah sukses melaksanakan transformasi digital, serta secara konsisten menjaga akurasi, kelengkapan, dan pemutakhiran data kepegawaian secara berkala,” ujar Gubernur Zainal.
Ia menegaskan, kualitas data ASN memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan kebijakan kepegawaian yang tepat sasaran. Data yang valid menjadi fondasi utama dalam proses perencanaan kebutuhan pegawai, promosi, mutasi, pengembangan kompetensi hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut Gubernur, transformasi digital yang terus dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah memberikan dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, profesional, dan akuntabel.
“Transformasi digital yang terus kita genjot terbukti efektif meningkatkan transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan data pegawai. Dengan kualitas data ASN yang valid dan terintegrasi secara digital, pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan strategis kepegawaian dengan lebih cepat dan tepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas,” katanya.
Gubernur juga mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kaltara tidak cepat berpuas diri atas prestasi tersebut. Ia meminta seluruh perangkat daerah terus menjaga komitmen dalam memperbarui data kepegawaian secara berkala agar kualitas data tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program reformasi birokrasi yang sedang dijalankan.
Penilaian Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengukur tingkat kualitas basis data ASN di seluruh instansi pemerintah. Penilaian tersebut mencakup aspek akurasi, kelengkapan, konsistensi, serta pemutakhiran data kepegawaian yang terintegrasi dalam sistem digital nasional.
Dengan raihan skor 99,53, Pemprov Kaltara dinilai berhasil memenuhi indikator kualitas data ASN pada kategori sangat tinggi, sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung implementasi manajemen ASN berbasis sistem merit dan pemerintahan digital.
Gubernur berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Penilaian IKADA merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan BKN untuk mengukur kualitas basis data ASN di seluruh instansi pemerintah. Karena itu, saya berharap seluruh ASN terus menjaga integritas data, meningkatkan inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (wd26/dd)






