TANJUNG SELOR – Kabar baik bagi para pelajar dan lulusan SMA/sederajat di Kalimantan Utara (Kaltara) yang bercita-cita mengabdi sebagai aparatur negara melalui sekolah kedinasan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Patriot Muda Training Center resmi membuka peluang lebih besar bagi generasi muda daerah untuk menembus berbagai sekolah kedinasan bergengsi di Indonesia.
Komitmen tersebut ditandai dengan dibukanya cabang Patriot Muda Training Center di Tanjung Selor, yang menjadi cabang ke-28 secara nasional. Kehadiran lembaga bimbingan belajar khusus sekolah kedinasan ini diyakini akan menjadi angin segar bagi putra-putri Kaltara yang selama ini harus mengikuti pembinaan di luar daerah dengan biaya yang tidak sedikit.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menyampaikan bahwa pembukaan pusat pembinaan tersebut merupakan langkah strategis Pemprov Kaltara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mencetak lebih banyak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, seleksi masuk sekolah kedinasan memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Karena itu, calon peserta membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi akademik maupun mental, agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Patriot Muda Training Center membuka cabang ke-28 di Indonesia dan kita bersyukur Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan tersebut. Ini merupakan peluang besar bagi putra-putri daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi sekolah kedinasan,” ujar Zainal, Senin (13/7/2026).
Melalui Patriot Muda Training Center, peserta akan mendapatkan pembinaan secara intensif untuk menghadapi seleksi berbagai sekolah kedinasan bergengsi, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), hingga Akademi Angkatan Laut (AAL).
Program pembinaan tidak hanya berfokus pada pendalaman materi pelajaran, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman pola soal, simulasi tes, strategi menghadapi setiap tahapan seleksi, hingga pembentukan mental dan karakter yang menjadi salah satu faktor penting dalam proses penerimaan sekolah kedinasan.
“Anak-anak kita akan dibimbing memahami materi maupun pola soal yang akan dihadapi saat seleksi sehingga mereka lebih siap bersaing,” jelasnya.
Zainal menambahkan, Patriot Muda Training Center selama ini telah memiliki pengalaman membina ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dengan pusat kegiatan di Jakarta. Kehadiran cabang di Tanjung Selor diharapkan mampu mempermudah akses pembinaan bagi putra-putri Kaltara tanpa harus meninggalkan daerah untuk mengikuti bimbingan belajar.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan angka kelulusan peserta asal Kaltara, Pemprov akan menggandeng seluruh SMA, SMK, dan MA di wilayah Kalimantan Utara untuk menyosialisasikan program tersebut. Kepala sekolah dan tenaga pendidik akan dilibatkan agar informasi mengenai kesempatan mengikuti pembinaan dapat menjangkau seluruh siswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan.
Lebih dari itu, Pemprov Kaltara juga tengah menyiapkan skema bantuan pembiayaan berupa beasiswa atau subsidi bimbingan belajar bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah tersebut bertujuan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih cita-cita.
Rencana pemberian bantuan tersebut akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan mekanisme dan kriteria penerimanya.
“Hal ini akan kami bahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Harapannya, siswa yang memiliki potensi dan semangat belajar tetap bisa mengikuti pembinaan meski berasal dari keluarga kurang mampu,” pungkas Zainal.
Dengan hadirnya Patriot Muda Training Center di Tanjung Selor serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, diharapkan semakin banyak putra-putri daerah yang mampu lolos seleksi sekolah kedinasan dan menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (wd26/dd)






