TANJUNG SELOR – Debut perdana yang langsung berbuah prestasi. Dua jurnalis Pena Kaltara, media online yang lahir dan berkembang di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, sukses mengukir sejarah pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) II Kalimantan Utara 2026 yang digelar di Kabupaten Nunukan.
Meski baru pertama kali ambil bagian dalam pesta olahraga insan pers tingkat provinsi tersebut, Rachmad Rhomadhani dan Noorjanah mampu tampil kompetitif dengan menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu bagi Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bulungan.
Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi PWI Bulungan, tetapi juga bagi Pena Kaltara yang membuktikan bahwa media lokal mampu bersaing dan berprestasi di tingkat provinsi.
Keberhasilan keduanya diraih dari berbagai cabang yang dipertandingkan, mulai dari bulutangkis, lomba karya tulis jurnalistik (artikel), hingga fotografi jurnalistik. Raihan tersebut menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya dituntut menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing dalam bidang olahraga, kreativitas, dan inovasi.
Secara keseluruhan, Kontingen PWI Bulungan menorehkan hasil membanggakan dengan mengoleksi 2 medali emas, 6 medali perak, dan 14 medali perunggu. Torehan itu menjadi modal berharga bagi organisasi yang baru pertama kali tampil secara resmi pada PORWADA sejak terbentuk di Kabupaten Bulungan.
Bagi Pena Kaltara, capaian tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perolehan medali. Prestasi ini menjadi bukti bahwa media lokal yang masih terbilang muda mampu menunjukkan eksistensinya melalui karya, dedikasi, dan semangat kompetisi yang sehat.
Sebagai media yang konsisten menyajikan informasi seputar pembangunan, pemerintahan, hukum, sosial, budaya, hingga olahraga di Kalimantan Utara, Pena Kaltara terus berupaya membangun profesionalisme sekaligus mengembangkan kualitas sumber daya manusianya.
Direktur sekaligus Jurnalis Pena Kaltara, Rachmad Rhomadhani, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, setiap medali merupakan hasil dari latihan, kerja keras, semangat kebersamaan, dan dukungan seluruh keluarga besar PWI Bulungan.
“Alhamdulillah, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. PORWADA bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, sekaligus menguji kemampuan wartawan, baik di bidang olahraga maupun kompetensi jurnalistik. Kami bersyukur bisa memberikan kontribusi medali bagi PWI Bulungan dan membawa nama baik Pena Kaltara,” ujarnya.
Sementara itu, Noorjanah menilai PORWADA menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa insan pers memiliki kemampuan yang beragam, tidak hanya di ruang redaksi, tetapi juga di berbagai bidang lainnya.
Menurutnya, atmosfer kebersamaan yang terbangun selama PORWADA menjadi pengalaman berharga yang akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, baik sebagai jurnalis maupun atlet wartawan.
Prestasi yang diraih dua jurnalis Pena Kaltara diharapkan mampu menginspirasi wartawan lainnya di Kalimantan Utara agar terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi jurnalistik, sekaligus menjaga semangat sportivitas.
Lebih jauh, capaian tersebut menjadi pijakan awal bagi PWI Bulungan untuk mempersiapkan atlet-atlet wartawannya menghadapi PORWADA berikutnya, bahkan membuka peluang memperkuat kontingen Kalimantan Utara pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) 2027.
Bagi Pena Kaltara, keberhasilan pada debut PORWADA II menjadi penegas bahwa media lokal tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu menorehkan prestasi, mengharumkan nama daerah, serta menunjukkan bahwa semangat profesionalisme, kreativitas, dan sportivitas dapat berjalan beriringan.
Torehan medali ini menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Pena Kaltara untuk terus berkarya, menghadirkan informasi yang berkualitas, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pers dan masyarakat Kalimantan Utara. (***)






