Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Enam Rumah di Pulau Sapi, Warga Berjibaku Selamatkan Korban di Tengah Hujan Deras

redaksi

Api diduga berasal dari bagian dapur, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api

MALINAU – Suasana mencekam menyelimuti Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, setelah kebakaran hebat melanda permukiman warga pada Selasa (21/7) malam sekitar pukul 23.30 Wita. Kobaran api yang dengan cepat membesar meluluhlantakkan sedikitnya enam unit rumah, memaksa warga berhamburan menyelamatkan diri di tengah guyuran hujan.

Kebakaran diduga pertama kali diketahui oleh seorang saksi berinisial E, yang saat itu sedang beristirahat di dalam kamar rumahnya. Sekitar pukul 23.40 Wita, ia mendengar dua kali suara ledakan dari arah dapur. Saat keluar untuk memastikan sumber suara, ia melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang mulai membesar.

Menyadari terjadi kebakaran, saksi segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Dalam hitungan menit, masyarakat berdatangan membantu mengevakuasi penghuni rumah serta berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Baca juga  Polres Malinau Gagalkan Peredaran 55,23 Gram Sabu, Dua Terduga Pengedar Diamankan

Namun, kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Kobaran api yang membumbung tinggi menciptakan kepanikan, sementara warga hanya bisa bergotong royong menggunakan peralatan seadanya sebelum bantuan pemadam tiba di lokasi.

Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, api tetap sulit dikendalikan akibat mudahnya material bangunan terbakar. Petugas pemadam kebakaran bersama personel kepolisian dan masyarakat berjibaku selama lebih dari dua jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.45 Wita.

Akibat peristiwa tersebut, enam unit rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Identitas para pemilik rumah tidak dipublikasikan secara lengkap demi menghormati privasi para korban dan proses penanganan pascakejadian. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Di balik musibah tersebut, terlihat solidaritas masyarakat yang begitu kuat. Warga saling membantu mengevakuasi penghuni rumah, menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan, serta memberikan tempat berlindung sementara bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Baca juga  Menuju Polri Presisi, Rikmin Penerimaan Anggota Digelar Transparan di Malinau

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Mentarang langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), membantu proses evakuasi, melakukan pendataan korban, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Sebanyak 10 personel Polsek Mentarang diterjunkan dalam penanganan kejadian tersebut. Selain itu, enam unit mobil pemadam kebakaran dengan 15 personel dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak merembet ke permukiman lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Mentarang, Ipda Jumadi, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Ia mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan para saksi.
“Kami telah mengamankan lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan situasi tetap aman serta membantu proses penanganan para korban,” ujar Ipda Jumadi.

Baca juga  Polres Malinau Gelar Donor Darah Sambut HUT Humas Polri ke-73

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Meski demikian, musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi para korban yang harus kehilangan rumah dan harta benda dalam sekejap.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu. Di sisi lain, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Pulau Sapi menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat tetap menjadi kekuatan utama saat menghadapi bencana. (dd)

Baca juga

Tags