TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan peredaran uang palsu. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menekankan pentingnya kecermatan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah, terutama saat melakukan transaksi di tempat-tempat mobilitas tinggi atau pada malam hari.
Menurutnya, edukasi publik yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko kerugian masyarakat.
“Masyarakat harus lebih berhati-hati dan rutin mengecek keaslian uang. Terkait indikasi peredaran uang palsu, pihak kepolisian dan penyidik terus bekerja melakukan penyelidikan. Apabila ada uang palsu yang terdeteksi masuk atau keluar dari mesin ATM, hal itu justru memudahkan aparat untuk melacak alur peredarannya,” ujarnya.
Memperkuat literasi keuangan dan keandalan transaksi di masyarakat, Pemprov Kaltara mendorong sinergi yang makin erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), dan insan pers/media massa untuk menyebarluaskan edukasi mengenai keaslian uang Rupiah.
“Sebagai langkah nyata penguatan stabilitas ekonomi lokal, Pemprov Kaltara bersama Bank Indonesia juga tengah menyiagakan jajaran untuk menyukseskan agenda Karya Kreatif Benuanta (KKB) atau kegiatan koordinasi, edukasi, dan pameran kreatif yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 28 mendatang,” terangnya.
Melalui forum tersebut, diharapkan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat luas dapat terjalin lebih kuat demi mewujudkan stabilitas ekonomi Kalimantan Utara yang aman dan berkelanjutan. khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang pasar tradisional, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu (Upal).
“Langkah ini diambil guna mengantisipasi maraknya aksi penipuan memanfaatkan celah kelengaian warga saat bertransaksi di pusat keramaian maupun pada malam hari,” pungkasnya. (wd26/nn)









