Road to Cafe, PENA Kaltara Siapkan Ajang Free Fire Community Tournament

redaksi

Direktur media PENA Kaltara, Rachmad Rhomadhani. (FOTO: PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Saatnya para pemain Free Fire di Kalimantan Utara menunjukkan kemampuan terbaiknya. PENA Kaltara menyiapkan PENA Kaltara Road to Cafe – Free Fire Community Tournament, ajang kompetisi esports yang akan mempertemukan pemain dan komunitas Free Fire di Kaltara.
Mengusung tema Satukan Komunitas, Tunjukkan Skill, Raih Booyah, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dalam permainan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunitas antargamer.

Direktur Media PENA Kaltara, Rachmad Rhomadhani, mengatakan turnamen tersebut disiapkan melihat perkembangan game online dan esports yang terus mengalami pertumbuhan.

“Perkembangan game online dan esports di Indonesia saat ini sangat pesat. Free Fire sendiri punya komunitas yang besar dan aktif. Selain kompetitif, game ini juga mudah dimainkan dan banyak diminati, terutama oleh generasi muda,” ujarnya, Jumat (11/9).

Baca juga  Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala Hadiri Syukuran Tahun Baru di Teluk Selimau: Dukung Aspirasi Menjadi Desa Baru

Menurutnya, potensi komunitas Free Fire di Kalimantan Utara cukup besar. Karena itu, kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pemain untuk berkompetisi dan mengembangkan potensi dinilai penting.

“Di Kalimantan Utara sendiri, terdapat banyak pemain dan komunitas Free Fire yang aktif. Potensi tersebut perlu didukung dengan hadirnya kegiatan yang mampu menjadi wadah untuk berkompetisi, bersilaturrahmi, membangun komunitas, sekaligus mengembangkan potensi pemain lokal,” jelasnya.

PENA Kaltara menargetkan 32 hingga 64 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Pertandingan menggunakan format Squad. Setiap tim terdiri dari empat pemain utama dan maksimal satu pemain cadangan. Jumlah peserta dapat disesuaikan dengan kapasitas venue dan sistem pertandingan.

Baca juga  Sosialisasi Konflik Kepentingan, Gubernur Ingatkan ASN Utamakan Kepentingan Publik

Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai dengan registrasi peserta pada 8–26 September 2026, kemudian dilanjutkan technical meeting pada 28 September 2026. Sementara untuk match day, proposal kegiatan mencantumkan jadwal 29–30 September 2026. Pertandingan secara offline direncanakan berlangsung di Beanladen.

PENA Kaltara mengemas kegiatan ini dengan konsep Free Fire – More Than Just a Game melalui Road to Cafe. Konsep tersebut menjadikan kafe sebagai ruang berkumpulnya komunitas, lokasi pertandingan, sekaligus ruang interaksi antara pemain, komunitas, penonton, pelaku usaha, sponsor, dan berbagai pihak yang mendukung perkembangan esports.

Baca juga  IKAT Tanjung Selor Beri Tali Asih dan Baksos sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Korban Kebakaran di Desa Long Beluah

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk mempererat hubungan antar-komunitas Free Fire. Dari sini, kami juga berharap muncul pemain-pemain lokal yang punya potensi dan bisa berkembang lebih jauh di dunia esports,” pungkasnya.
(ve26/nn)

Baca juga

Tags