TANJUNG SELOR – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau influenza di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bumi Rahayu, Kabupaten Bulungan, mengalami peningkatan pada periode 10–22 Agustus 2026.
Berdasarkan data kunjungan Puskesmas Bumi Rahayu, tercatat 61 kasus influenza pada periode 1–9 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 94 kasus pada periode 10–22 Agustus 2026.
Kepala UPTD Puskesmas Bumi Rahayu, Catrice Sheyang, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari jumlah kunjungan masyarakat yang mengalami keluhan terkait ISPA.
“Ada peningkatan untuk kasus ISPA sesuai dengan kunjungan ke Puskesmas tanggal 1–9 dan 10–22,” ujar Catrice, Senin (24/8/2026).
Ia menyebut, penyebab terjadinya ISPA ini banyak kemungkinan, salah satunya disebabkan akibat asap yang bisa jadi dampak dari adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan khususnya di Kabupaten Bulungan sendiri.
“Banyak kemungkinan, Asap Karhutla hanya salah satunya saja,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan seperti bayi, balita, dan lanjut usia (Lansia). Menurutnya, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko terpapar berbagai faktor yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan.
“Kurangi aktivitas di luar rumah bila tidak perlu, terutama bayi, balita dan lansia,” imbaunya.
Selain membatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar diminta menggunakan masker.
“Selalu gunakan masker bila harus beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Catrice juga mengingatkan, masyarakat agar tidak mengabaikan gejala batuk. Jika mengalami keluhan tersebut, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menyebut penanganan lebih awal penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi penyakit yang lebih berat, termasuk bronkitis maupun pneumonia.
“Segera berobat bila terkena batuk agar tidak berisiko ke penyakit bronkitis atau pneumonia,” pungkasnya. (ve26/nn)











