TANJUNG SELOR – Proses Seleksi Bersama Murid Baru (SBMB) atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Bulungan tengah menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan legislatif.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan, Dinas Pendidikan telah melaporkan kendala di lapangan mengenai overload kapasitas di sejumlah sekolah.
Sebagai solusi, ia menginstruksikan penerapan sistem mitigasi berbasis ring jarak tempat tinggal untuk mengurai penumpukan pendaftar.
Sinergi antar sekolah terdekat menjadi kunci agar calon siswa yang tidak tertampung di ring pertama, dapat segera dialihkan ke sekolah alternatif tanpa kendala berarti.
“Perlu ada mitigasi melalui pembagian ring. Ring satu diukur berdasarkan kedekatan jarak lingkungan tempat tinggal siswa. Jika tidak tertampung, diarahkan ke ring berikutnya atau sekolah terdekat lain yang berbatasan dengan ring kedua,” ujarnya.
Syarwani menekankan, komitmen utama Pemerintah Kabupaten Bulungan adalah memastikan hak pendidikan seluruh anak terpenuhi.
“Komitmen kita bersama adalah jangan sampai ada satupun anak usia sekolah di Kabupaten Bulungan yang ingin bersekolah, tetapi tidak diterima di sekolah-sekolah yang ada di sini,” tegasnya.
Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan hak pendidikan setiap anak terpenuhi secara maksimal.
“Terlepas dari keterbatasan daya tampung di beberapa sekolah favorit, mau dimana pun keberadaannya,” pungkasnya. (wd26/nn)






