TANJUNG SELOR – Pesut Mahakam selama ini dikenal sebagai mamalia air tawar yang hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Namun, keberadaan satwa yang dilindungi itu ternyata juga telah lama terpantau di wilayah perairan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Mamalia langka tersebut beberapa kali terlihat muncul di kawasan Muara Kuala Satu, Tanah Kuning hingga perairan Sekatak. Meski demikian, hingga kini belum pernah dilakukan penelitian khusus untuk mengetahui jumlah populasi maupun lokasi habitat berkembang biaknya di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah, mengatakan kemunculan pesut di perairan Bulungan sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Bahkan, sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pihaknya masih memiliki kewenangan melakukan pemantauan terhadap aktivitas satwa tersebut.
”Sejak sebelum adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kami sudah mengetahui adanya aktivitas pesut di wilayah perairan Bulungan. Mereka sering muncul mulai dari Muara Kuala Satu di Tanah Kuning sampai ke perairan Sekatak,” ujarnya, Rabu (29/7).
Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sebagian kewenangan pengelolaan wilayah laut dialihkan kepada pemerintah provinsi. Sejak saat itu, Dinas Perikanan Bulungan tidak lagi memiliki kewenangan untuk melakukan pengelolaan maupun kajian terkait keberadaan pesut.
”Setelah kewenangan itu berpindah, kami tidak lagi terlalu konsen terhadap pengelolaan maupun identifikasi pesut di wilayah ini,” jelasnya.
Diketahui, sebelumnya, pemantauan hanya sebatas mengamati kemunculan pesut di sejumlah titik perairan. Pemerintah daerah belum pernah melakukan identifikasi secara khusus untuk mengetahui jumlah populasi, pola penyebaran maupun habitat berkembang biaknya.
”Kami hanya melihat aktivitasnya. Kalau identifikasi khusus, termasuk habitat berkembang biak dan jumlah populasinya, memang belum pernah dilakukan,” katanya.
Selain itu, laporan kemunculan Pesut Mahakam di perairan Bulungan juga ada beberapa kali disampaikan para nelayan. Satwa tersebut umumnya terlihat di sekitar area penangkapan ikan dan diduga sedang mencari ikan-ikan kecil sebagai sumber makanannya.
Hingga kini belum tersedia data resmi mengenai jumlah populasi Pesut Mahakam yang menghuni perairan Bulungan. Syam menyebut, pernah ada penelitian yang dilakukan oleh salah satu organisasi non-pemerintah (NGO) di kawasan Sungai Sesayap. Namun, hasil penelitian tersebut belum diketahui apakah telah menjadi dasar penyusunan kebijakan konservasi.
Menurutnya, penelitian dan pendataan sangat diperlukan untuk mendukung upaya pelestarian satwa yang statusnya dilindungi tersebut.
”Kami berharap ada perhatian lebih terhadap keberadaan pesut di Kalimantan Utara. Bagaimanapun pesut merupakan salah satu spesies yang dilindungi sehingga perlu ada identifikasi dan penelitian yang lebih mendalam,” pungkasnya. (ve26/nn)
Pesut Mahakam Ternyata Juga Hidup di Perairan Bulungan, Aktivitasnya Terpantau dari Tanah Kuning hingga Sekatak












