Ubah Wajah Perbatasan, PLBN Sei Menggaris Siap Jadi ‘Jalan Tol’ Darat Penghubung RI-Malaysia

redaksi

Rapat pengelola perbatasan Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (9/9/2026). (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Wajah perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan Utara bakal segera bertransformasi. Rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, tak lagi sekadar diproyeksikan sebagai pintu akses keluar-masuk orang, melainkan disiapkan menjadi urat nadi perdagangan darat langsung menuju Tawau, Malaysia.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara, Heri Rusdiyono, menegaskan posisi Sei Menggaris sangat krusial bagi konektivitas logistik di wilayah utara.

“Yang kita pikirkan sekarang adalah yang kita mencoba membangun yang PLBN Sei Menggaris. Kenapa, Karena itu strategis sekali. Karena itu pintu bandara, sehingga kalau itu terbuka, maka ekonominya akan tumbuh,” kata Heri, Rabu (9/9/2026).

Visi utamanya adalah membuka keran ekspor seluas-luasnya, dengan akses darat yang mumpuni, komoditas lokal masyarakat mulai dari beras, telur, daging sapi, hingga berbagai produk UMKM Kaltara bisa langsung menembus pasar Tawau tanpa kendala yang berarti.

Baca juga  Dilantik Presiden RI, Pemprov Kaltara Terima 13 Pamong Praja Muda IPDN, BKD Tegaskan Siap Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

“Termasuk kita bagaimana bisa mengekspor. Mengekspor hasil-hasil dari masyarakat, ada pertanian, perikanan, UMKM, bisa ke Tawau lewat darat,” ujarnya.

Jika jalan tol darat ini resmi terbuka, Heri membayangkan lonjakan volume distribusi barang dapat dilakukan dalam skala yang jauh lebih masif. Para pelaku usaha bisa memangkas rantai logistik dan ketergantungan terhadap armada laut.

“Sehingga membawa sesuatu lebih banyak, tidak perlu cari kapal lagi, karena langsung. Bila perlu pakai kontainer gede kan,” bebernya.

Akses darat ini menjadi solusi mutlak untuk menekan ongkos distribusi yang selama ini mencekik pelaku usaha lokal. “Kalau lewat air kan jauh. Terus cuma, pakai speed, kan mahal,” tambahnya.

Baca juga  Ombudsman Kaltara Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Masyarakat Diminta Awasi dan Laporkan Pelanggaran

Pembangunan konektivitas perbatasan ini membawa pesan penting bagi kemandirian ekonomi masyarakat Kaltara. Pihaknya mendorong agar warga mulai bersiap menjadi produsen, bukan sekadar pasar bagi produk negeri jiran.

“Jangan membeli saja, harus ada yang dijual,” tegasnya.

Kehadiran PLBN Sei Menggaris nantinya akan melengkapi infrastruktur perbatasan di Kaltara, saat ini provinsi tersebut telah memiliki tiga PLBN yang dibangun, yakni PLBN Sei Nyamuk, PLBN Labang, dan PLBN Long Nawang. Namun, kelancarannya masih memiliki catatan.

“Yang beroperasi itu ada dua, yang belum tinggal di Sebatik (PLBN Sei Nyamuk). Sebatik sudah, fisiknya sudah jadi. Tapi itu kan kewenangan pusatlah itu,” jelasnya.

Baca juga  Zafarani Khalifa Yuwono Raih Dua Perunggu di Kejuaraan Kemenpora Internasional Pencak Silat 2025, Siap Harumkan Nama Kaltara di O2SN Nasional

Meski menjanjikan perputaran ekonomi yang besar, Heri mengingatkan bahwa proyek PLBN Sei Menggaris saat ini masih berproses di atas kertas. Pemprov Kaltara tengah mengebut penyusunan dokumen pengajuan sebelum diserahkan kepada pemerintah pusat.

“Lokasinya harus jelas, lintas jalurnya seperti apa, air minumnya kayak mana, listriknya, telekomunikasi. Kan harus jelas semuanya, makanya disusun dulu. Masih kita susun dulu dokumennya,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags