TANJUNG SELOR — Tenguyun Fest Road to Birau 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236, Kamis malam (17/9/2026). Bupati kabupaten Bulungan, Syarwani, mengatakan, Tenguyun Fest menjadi ajang pemanasan sebelum rangkaian peringatan hari jadi Bulungan dan Tanjung Selor berlangsung pada Oktober mendatang.
“Ini merupakan ajang pemanasan dalam kita mengisi momentum peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor di tahun 2026,” ujarnya.
Tenguyun Fest tidak hanya berkaitan dengan kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan budaya masyarakat Bulungan. Syarwani menilai olahraga tradisional perlu terus dikembangkan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, keterlibatan masyarakat dari berbagai kecamatan menjadi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
Ia mengapresiasi KORMI Kabupaten Bulungan yang dalam waktu singkat mampu melakukan konsolidasi hingga ke 10 kecamatan.
“Dalam waktu yang singkat sejak terbentuk dan dilantiknya KORMI Kabupaten Bulungan, mampu mensosialisasikan dan mengkonsolidasikan keorganisasian KORMI ini sampai di tingkat 10 kecamatan,” ungkapnya.
Keterlibatan 10 kecamatan dalam Tenguyun Fest diharapkan membuat pengembangan olahraga tradisional tidak hanya terpusat di Tanjung Selor, tetapi juga dapat tumbuh di wilayah kecamatan lainnya. Ia menegaskan, kemajuan pembangunan daerah harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
“Kemajuan Kabupaten Bulungan sebuah keniscayaan, namun kita juga berkomitmen kemajuan tersebut tidak menghilangkan identitas kita sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan keberagaman suku dan agama di Bulungan sebagai kekuatan untuk membangun daerah bersama-sama.
“Sekalipun kita beragam suku agama yang ada di Kabupaten Bulungan, kita jadikan sebagai kekuatan untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Bulungan yang kita cintai,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk terus mengembangkan olahraga tradisional sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur kepada generasi berikutnya. (ve26/nn)












