BPJN Bakal Manfaatkan Kembali Sisa Material Bailey Long Semamu

redaksi

Proses pengumpulan sisa material jembatan oleh BPJN kaltara di Long Semamu Kecamatan Mentarang Baru, Kabupaten Malinau. (FOTO:IST)

TANJUNG SELOR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara mulai mengumpulkan sisa material jembatan jenis Bailey yang ditemukan di sepanjang Jalan Trans Nasional Long Semamu, Kecamatan Mentarang Baru, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut setelah BPJN melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Material yang dikumpulkan selanjutnya akan diinventarisasi untuk mengetahui jumlah serta kondisi masing-masing komponen.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan BPJN Kaltara, Dani Wiranto, mengatakan material tersebut diduga merupakan sisa komponen dari pekerjaan jembatan yang berlangsung sejak 2019 dan selesai pada 2024.

Baca juga  Edukasi Keuangan PT BPR Bank Bulungan dan OJK Kaltim-Kaltara Berlanjut ke Siswa SLB dan Anak Suku Punan

“Ini sekarang kami coba mengumpulkan barang-barang, rangka jembatan itu. Nanti kita coba inventarisir yang mana yang masih bisa digunakan, yang mana yang sudah memang tidak layak untuk digunakan lagi,” ujarnya, Rabu (30/9).

Dani menjelaskan, material tersebut merupakan sisa komponen yang tidak terpasang setelah pekerjaan jembatan selesai.

“Bukan terbuang ya. Itu maksudnya apa, itu sisa-sisa material. Karena jembatannya juga sidah terpasang ya,” katanya.

Selain di Long Semamu, pihaknya juga menelusuri sejumlah komponen beberapa lokasi lain, di antaranya Sungai Semuliwan dan Sungai Melasu Besar. Sebagian material yang masih dalam kondisi baik berpotensi dimanfaatkan kembali, termasuk untuk kebutuhan pembangunan jembatan-jembatan kecil.

Baca juga  Tambang dan Perkebunan Jadi Sasaran, Kaltara Incar 'Cuan' dari Pajak Air dan Alat Berat

Proses pengumpulan dilakukan secara bertahap. Kondisi medan membuat pengangkutan tidak dapat seluruhnya menggunakan alat berat sehingga sebagian material harus dipindahkan secara manual.

“Karena ini harus manual karena alat juga susah untuk sampai ke sana. Ya pelan-pelan kita angkut” jelasnya.

Setelah proses inventarisasi selesai, BPJN Kaltara akan memilah material berdasarkan kondisi dan kelayakannya untuk menentukan komponen yang masih dapat digunakan kembali.

Baca juga  Kaltara Tingkatkan Pengawasan Orang Asing di Wilayah Perbatasan

“Kita coba kumpulkan semua supaya kita bisa tahu jumlah materialnya berapa, berapa yang masih bisa kita manfaatkan,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags