‎Enam Hari Udara Memburuk di Bulungan, Dampak Kesehatan Belum Terpetakan

redaksi

Kabut asap dengan kategori sedang menyelimuti ruas jalan Jelerai, tanjung Selor, Kalimantan Utara, Selasa (13/10/2026). (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

‎TANJUNG SELOR – Kualitas udara di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dilaporkan semakin memburuk dalam enam hari terakhir. Ditengah kondisi tersebut, perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) belum dapat dipastikan karena Dinas Kesehatan masih memerlukan waktu untuk memantau kemungkinan peningkatan kasus.
‎
‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengatakan pihaknya belum memiliki rekam data yang dapat memastikan adanya peningkatan kasus ISPA. Menurutnya, perkembangan kasus baru dapat diketahui setelah pemantauan dalam kurun waktu tertentu.
‎
‎“Ini kan biasanya masa inkubasi, kita nunggu dalam beberapa, kayak dulu, sekitar seminggu dua minggu, nanti baru akan ketahuan ISPA ada peningkatan apa enggak,” katanya, Selasa (13/10/2026).
‎
‎Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah telah menerbitkan edaran Bupati Bulungan mengenai kebijakan belajar dari rumah (BDR). Dinas Kesehatan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, termasuk anak-anak usia prasekolah dan sekolah.
‎
‎Imam mengingatkan agar anak-anak yang menjalani BDR tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, mereka diimbau menggunakan masker. “Kalau BDR ya jangan keluyuran, harus di rumah ataupun kalau keluar ya pakai masker,” ujarnya.

Baca juga  HUT ke-19 Desa Tengkapak, Dorong Potensi Generasi Muda

‎Selain itu, dampak kabut asap dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Seorang warga Jelerai, Satria, mengatakan kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang lebih banyak berada di rumah karena lingkungan di luar dipenuhi kabut asap.

‎“Saya rasa bahwa dampak dari kabut asap ini sendiri sudah sangat mengganggu aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah, jadi lebih banyak di rumah karena kalau keluar rumah itu berkabut jadi harus pakai masker,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).
‎
‎Menurutnya, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih mengganggu. Penggunaan masker juga diperlukan ketika harus beraktivitas di luar.
‎
‎“Menghadapi asap ya harus dikurangi aktivitas di luar rumah, apalagi kalau tidak berkepentingan untuk keluar rumah. Kalau keluar rumah pun harus pakai masker,” bebernya.
‎
‎Selain mengganggu aktivitas, kabut asap juga sempat membatasi jarak pandang dan mengganggu penglihatan warga, terutama ketika kabut sedang tebal. Namun, Satria menyebut kondisi tersebut mulai membaik.
‎
‎“Yang dirasa penglihatan terganggu, jarak pandang juga terbatas kalau kabut lagi tebal-tebalnya. Ya, Alhamdulillah sekarang sudah lebih membaik penglihatan kita,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga  BPS Mulai Petakan Aktivitas Ekonomi Bulungan

Baca juga

Tags