Masih Tajam Membidik, Wabup Kilat Juara Eksebisi Sumpit: Tradisi Leluhur Tak Boleh Ditinggalkan

redaksi

TANJUNG SELOR – Kemampuan menyumpit Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., ternyata masih terjaga. Di tengah suasana meriah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-236 Tanjung Selor dan HUT ke-66 Kabupaten Bulungan, sosok yang dikenal ramah dan murah senyum itu membuktikan ketangkasannya dalam partai eksebisi kejuaraan sumpit, Selasa (20/10/2026), di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor.

Bukan sekadar hadir menyaksikan perlombaan, Kilat justru turun langsung mengambil bagian dalam pertandingan persahabatan tersebut. Dengan tenang, ia mengarahkan sumpit dan melepaskan bidikan demi bidikan ke sasaran. Hasilnya, sebagian besar bidikannya tepat mengenai sasaran, mengantarkannya meraih juara pertama dalam partai eksebisi itu.

Kilat berhasil mengungguli peserta eksebisi lainnya yang terdiri atas Bupati Bulungan, H. Syarwani, S.Pd., M.Si., Sekretaris Daerah Bulungan, Ir. Risdianto, Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, S.Sos serta perwakilan DPD RI dari Kalimantan Utara,Dr. Drs. Marthin Billa, M.M

Momen tersebut sontak memperlihatkan sisi lain seorang wakil kepala daerah. Di balik kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Kilat masih menyimpan keterampilan tradisional yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya ketika muda.

Baca juga  “Mama Tak Tergantikan: Di Balik Ibadah Syukur, Duka Itu Masih Tinggal—Doa-Doa di Malam Sunyi Mengantar Mama Sinan Tuban, Ditinggalkan Namun Tak Pernah Hilang”

Saat ditemui awak media PenaKaltara.id, Kilat mengaku bahwa dirinya ternyata belum sepenuhnya kehilangan kemampuan menyumpit. “Rupanya belum lupa juga. Masih ada sedikit kemampuan menyumpit,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih muda. Kala itu, sumpit bukan sekadar alat untuk berolahraga atau diperlombakan, melainkan juga menjadi salah satu alat berburu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman itulah yang menurutnya menjadi bekal hingga mampu membidik sasaran dengan baik dalam eksebisi tersebut.

Pengalaman masa muda itu seolah kembali hadir di tengah perayaan hari jadi daerah. Bagi Kilat, menyumpit bukan hanya soal ketepatan membidik, tetapi juga berkaitan dengan warisan pengetahuan, keterampilan, dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Di balik keberhasilannya meraih juara pertama, Kilat menyampaikan bahwa tradisi menyumpit tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, momentum peringatan hari jadi Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan harus menjadi kesempatan untuk menjaga sekaligus mengawal keberlangsungan tradisi leluhur di Bulungan.

Pesan itu sejalan dengan semangat pelestarian budaya daerah agar generasi muda tetap mengenal warisan tradisional yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Baca juga  Cegah Stunting, TP PKK dan Dinas Perikanan Bulungan Gelar Pelatihan Olahan Ikan di Tanah Kuning

Kejuaraan sumpit yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi tersebut juga memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga tradisional. Kehadiran peserta dan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan itu menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya, olahraga, dan kebersamaan.

Kilat pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan penyelenggaraan yang semakin meriah. Ia melihat tingginya animo masyarakat sebagai modal positif untuk mengembangkan kejuaraan tradisional agar semakin dikenal dan diminati.

Baginya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenang cerita masa lalu. Tradisi harus terus dihidupkan melalui kegiatan nyata, diwariskan kepada generasi berikutnya, dan diberikan ruang agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Partai eksebisi di Kebun Raya Bundayati itu menjadi momen yang mempertemukan pengalaman masa muda Kilat dengan tanggung jawabnya saat ini sebagai Wakil Bupati Bulungan.

Dengan sikap yang santai, ramah, dan penuh senyum, ia menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tradisi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: turun langsung, ikut berpartisipasi, dan mengajak semua pihak untuk tidak melupakan warisan leluhur.

Baca juga  Komunitas Sahabat Kilat Serahkan Bantuan Tong Sampah untuk PKL Tepian Sungai Kayan

Kemenangan dalam eksebisi tersebut mungkin menjadi cerita menarik dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah. Namun, pesan yang dibawanya lebih luas daripada sekadar siapa yang paling tepat membidik sasaran.

Ada tradisi yang perlu dijaga, ada pengetahuan leluhur yang perlu diwariskan, dan ada tanggung jawab bersama untuk memastikan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat Bulungan.

Melalui semangat itu, Kilat berharap kejuaraan sumpit tidak berhenti sebagai kemeriahan tahunan, tetapi terus menjadi bagian dari upaya merawat identitas budaya dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhurnya. (redaksi)

Baca juga

Tags