TANJUNG SELOR – Asap tipis masih mengepul di sisa-sisa rumah yang hangus di Sungai Uma, Desa Pimping, dan permukiman di Lebong RT 07, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Warga kehilangan rumah dan harta benda, tapi tidak kehilangan harapan.
Rabu siang, komunitas Sahabat Kilat (Kobat) hadir langsung membawa sembako dan kebutuhan mendesak lainnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga yang tengah berusaha bangkit dari musibah.

“Rasa duka ini kami rasakan bersama. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban dan memberi kekuatan untuk tetap tabah menghadapi cobaan,” ujar Ketua Tim Kobat, Epurna Christian, dengan nada penuh empati.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Kobat adalah wujud nyata solidaritas, agar warga merasa tidak sendiri.
Seorang ibu yang kehilangan rumahnya menggenggam paket bantuan dan menyampaikan rasa terimakasihnya. “Terima kasih. Kehadiran tim Kobat memberi kami harapan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Kobat membuktikan bahwa kepedulian sosial lebih dari sekadar bantuan materi. Di tengah puing dan abu, mereka menyalakan cahaya harapan, menguatkan semangat, dan memberi dorongan moral yang sangat dibutuhkan warga untuk bangkit kembali. (***)





