Di Balik Obrolan Tengah Malam Tanpa Sekat, Bupati Syarwani dan Panitia Musik Alam Matangkan Persiapan Satu Dekade Musik Alam Fest 2K26

redaksi

TANJUNG SELOR – Udara malam yang sejuk dan semilir angin di salah satu kafe di Tanjung Selor menjadi latar pertemuan hangat antara Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dengan panitia Musik Alam, Sabtu malam (7/11/2026).

Tidak ada suasana rapat yang kaku. Bupati Syarwani yang juga menjadi pembina Musik Alam duduk bersama panitia dalam suasana santai. Obrolan mengalir dari persiapan acara, gagasan anak muda, hingga bagaimana musik dapat menjadi jalan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Bulungan.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Andi Rully Priananda atau yang akrab disapa Nando, Ketua Pelaksana Musik Alam Fest 2K26. Di tengah suasana malam yang tenang, panitia kembali menyampaikan perkembangan persiapan sekaligus meminta saran dan masukan dari Bupati.

Pembicaraan itu bukan semata-mata membahas panggung dan pertunjukan. Ada gagasan yang lebih besar di balik perayaan satu dekade Musik Alam, yakni menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berkumpul, berkreativitas, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap identitas daerah.

Musik Alam Fest 2K26 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 November 2026 di Kebun Raya Bundayati Bulungan (KRBB), Tanjung Selor. Mengusung tema “Back to Nature”, perayaan satu dekade ini ingin menghadirkan lebih dari sekadar hiburan musik.

Baca juga  Turnamen Futsal SLTA Bulungan Memanas, Sejumlah Tim Amankan Tiket Menjelang Babak Akhir

Bersama Mata Sanggam, penyelenggara merancang sebuah perhelatan yang memadukan musik, rekreasi, pariwisata, seni, budaya, dan kampanye lingkungan. Pesan pelestarian hutan, penguatan seni budaya lokal, hingga penyediaan area ramah anak dan bebas asap rokok maupun vape menjadi bagian dari konsep kegiatan.

Dalam pertemuan tersebut, Syarwani menyambut baik inisiatif anak muda yang memilih berkreativitas sekaligus mengangkat budaya daerah. Menurutnya, Musik Alam memiliki peluang menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kearifan lokal Bulungan kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Ia menilai, di tengah perkembangan zaman dan masuknya beragam pengaruh budaya dari luar, generasi muda perlu tetap mengenal serta memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya. Bukan berarti menutup diri dari budaya lain, melainkan memiliki sikap dan komitmen untuk menjaga kekayaan yang dimiliki Bulungan.

Bagi Syarwani, keterlibatan anak muda dalam kegiatan seperti Musik Alam merupakan hal positif. Ada kelompok generasi muda yang tidak hanya ingin menikmati hiburan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap seni, budaya, dan kelestarian lingkungan daerahnya.

Baca juga  Disdikbud Bulungan Larang Keras Sekolah Jual Seragam dan LKS, Pelanggar Siap Disanksi

Ia juga membuka ruang kolaborasi antara panitia dengan pemerintah daerah. Dukungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan, terutama melalui pemanfaatan fasilitas yang tersedia serta keterlibatan perangkat daerah terkait.

Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya kesiapan fasilitas umum di lokasi kegiatan, termasuk toilet, kebersihan, pengelolaan lingkungan, hingga dukungan petugas lapangan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, dan Satpol PP juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Selain dukungan teknis, Syarwani turut mendorong agar kekhasan budaya Bulungan, Tidung dan Dayak, dapat lebih ditampilkan melalui kegiatan tersebut. Ia juga menyinggung pentingnya memperkenalkan produk makanan khas daerah, seperti kue tradisional, sebagai bagian dari pengalaman pengunjung.

Gagasan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah festival dapat menghadirkan banyak hal sekaligus. Tidak hanya mendatangkan penonton, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku seni, komunitas budaya, pelaku usaha lokal, serta masyarakat untuk terlibat.

Malam itu, diskusi santai antara Bupati dan panitia menjadi ruang untuk menyamakan pandangan. Musik Alam diharapkan tidak kehilangan karakter lokalnya di tengah kemasan acara yang semakin modern. Justru kekuatan pada keunikan budaya dan alam Bulungan dapat menjadi pembeda dari festival lain.

Baca juga  Jembatan PU Sei Berun Kecil di Long Bang Dibongkar Total, PT Gawi Plantation Bantu Perbaikan Lewat Program CSR

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, koordinasi dan kolaborasi menjadi bagian penting untuk mematangkan persiapan. Satu dekade Musik Alam bukan hanya tentang perjalanan sebuah kegiatan musik, melainkan juga tentang konsistensi anak muda dalam merawat kreativitas, mengenalkan budaya, dan mengajak masyarakat lebih dekat dengan alam.

Dukungan Bupati Bulungan sebagai pembina Musik Alam pun memberi ruang bagi semangat tersebut untuk terus tumbuh. Sebab, ketika anak muda diberi kesempatan untuk berkarya dan pemerintah hadir membuka jalan kolaborasi, budaya daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk tetap hidup dan dikenal lintas generasi. (***)

Baca juga

Tags