Podcast Ngedo Melun Do : “Dukungan Pemerintah Terhadap Percepatan, Pemerataan dan Peningkatan Pendidikan di Kota Tarakan”

redaksi

PODCAST : Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto S.H., M.H foto saat menjadi narasumber Podcast Ngedo Melun Do. Tampak, didampingi saat foto bersama oleh Dr. Arif Jauhar Tontowi, Konsultan BPMP Kalimantan Utara, Nurdin S.Pd., M.Pd, Kasubbag Umum BPMP Kaltara dan Qudratulllah Polanagau S.Ag.,M.Pd, Kapokja 01 serta anggotanya Noor Hidayah Ramadhan dan Sefti Triyani.

TANJUNG SELOR – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Utara kembali menggelar “Podcast Ngedo Melun Do” dengan mengangkat tema “Dukungan Pemerintah Terhadap Percepatan, Pemerataan dan Peningkatan Pendidikan di Kota Tarakan” yang secara langsung mengundang Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto, S.H., M.H selaku narasumber, Selasa (11/7/2023). 

Diketahui, kegiatan yang digelar di Kantor BPMP Kaltara ini berlangsung santai. Bahkan, sedari awak dimulainya kegiatan “Podcast Ngedo Melun Do”. Narasumber telah menjelaskan secara rinci tentang hal – hal apa saja yang menjadi dorongan dalam memajukan pendidikan di wilayahnya. Yang mana, tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) ataupun jangka panjang. 

Baca juga  Wakapolda Kaltara Buka Diktukba Gel I 2024

Dan salah satu implementasinya adalah keberpihakan kebijakan pendidikan. Antara lain dengan porsi penganggaran pendidikan di atas ketentuan nasional yang hanya 20 persen. “Di Kota Tarakan, rata – rata biaya pendidikan bisa sampai 28 persen. Bahkan, paling minim sekalipun bisa 25 persen. Atau tetap di atas ketentuan nasional. Ini sebagai wujud kami dalam keberpihakan pendidikan,” jelasnya dalam paparannya. 

Lebih rinci, Wakil Wali Kota Tarakan menyebutkan, program yang awal digalakkan di pemerintah. Yakni, pada penguatan sarana dan prasarana (sapras). Dengan dibantu konsultan dilakukan pemetaan sekolah – sekolah di Tarakan. Mulai tingkat, PAUD, SD, SMP dan SLTA. Bahkan, lebih jauh bahwa ibaratnya ‘memaksakan’ berdirinya Universitas Borneo Tarakan (UBT). “Embrionya dulu adalah lembaga swasta. Tapi, isinya adalah pemerintah daerah dan penanggung jawab yayasannya sendiri yaitu sekretaris daerah,” ujarnya. 

Baca juga  Polda Kaltara Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-77

Menyoal program merdeka belajar. Dikatakannya bahwa pihaknya dalam hal ini siap dalam mendukungnya. Meski, di sini tetap terlebih dahulu akan mempelajari peraturan pemerintah yang turun dari pusat. Tetapi, secara bertahap program ini terus berjalan. Syukur bisa sampai 100 persen. Ya, karena memang bicara kurikulum merdeka akan ada keleluasaan pada anak – anak didik. Utamanya, yang berkaitan dengan kedisiplinan dan hal lainnya seperti mewujudkan sekolah sehat dan guru penggerak dan lainnya. 

“Insya Allah kita selalu siap. Tarakan yang bisa dilakukan yaitu dari sisi penganggaran dan peraturan perundang-undangannya. Meski, di sini juga perlunya dukungan regulasi sehingga semua dapat berjalan secara optimal. Sementara, ini seperti diketahui baru Perda APBD yang menyokong,” bebernya. 

Baca juga  Fear Of Missing Out (FOMO), Sindrom Sosial Zaman Now, Yuks Bergabung Webinar Ini !

Selanjutnya pada pelaksanaan “Podcast Ngedo Melun Do”. Wakil Wali Kota Tarakan dalam hal ini menyatakan komitmennya dalam mendukung program merdeka belajar. Bahkan, siap dalam mensukseskan program – program tersebut. Dengan harapan wilayah di Kota Tarakan ke depan menjadi salah satu wilayah yang bisa 100 persen menerapkan merdeka belajar di satuan pendidikan yang ada. “Kami atas nama Pemerintah Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, siap mensukseskan kebijakan merdeka belajar. All out!!!,” tutupnya. 

Acara diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan draf perihal merdeka belajar yang diberikan Konsultan Pendidikan BPMP Provinsi Kalimantan Utara Dr. Arif Jauhar Tantowi ke Wakil Wali Kota Tarakan dengan didampingi Kepala Subbag Umum BPMP Provinsi Kalimantan Utara Nurdin, M.Pd dan pejabat lainnya. (*) 

Sumber : BPMP Kaltara

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer