TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) I Tahun 2025 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Sri Mulyanti, S.E., M.M kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FPPI Kaltara periode 2025–2029. Ia dipilih oleh seluruh perwakilan lima kabupaten/kota DPC FPPI se-Kaltara.

Usai terpilih, Hj. Sri Mulyanti menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, kemarin saya terpilih secara aklamasi oleh lima kabupaten/kota DPC FPPI. Terima kasih atas amanah untuk kembali memimpin DPD FPPI Kaltara masa bakti 2025–2029,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sri Mulyanti menegaskan bahwa FPPI akan bergerak berdasarkan amanah AD/ART dengan mengoptimalkan enam bidang utama organisasi. Ia menekankan bahwa program yang sudah berjalan sebelumnya akan tetap dilanjutkan, termasuk Dedur Corner, pusat pelatihan perempuan Kaltara yang selama ini fokus memberikan peningkatan keterampilan bagi perempuan.

“Program Dedur Corner akan terus kita jalankan sebagai pusat pelatihan perempuan Kaltara. Tujuannya agar perempuan memiliki kemampuan, bisa mengembangkan potensi diri, membuka peluang kerja, dan meningkatkan perekonomian keluarga,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan sejumlah rencana kerja prioritas:
- Penguatan Kaderisasi dan Keanggotaan
FPPI akan memperkuat struktur organisasi dengan membentuk kepengurusan DPC di lima kabupaten/kota serta meningkatkan konsolidasi berjenjang melalui musyawarah wilayah.
- Ekonomi Kerakyatan, Koperasi, dan Kewirausahaan
Melalui pelatihan, perempuan di Kaltara didorong untuk kreatif dan mandiri, terutama di sektor potensial seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Potensi sumber daya alam di Kaltara sangat besar. Ke depan kita harapkan menjadi produk bernilai jual,” kata Sri Mulyanti.
- Sosialisasi Kesehatan Perempuan dan Anak
FPPI akan meningkatkan penyuluhan terkait kesehatan ibu dan anak untuk memperkuat gerakan hidup sehat di masyarakat.
- Penguatan Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup

Salah satu fokus ke depan adalah gerakan bersih dari sampah serta program daur ulang limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual.
“Mulai dari pemanfaatan limbah rumah tangga hingga eceng gondok, semua bisa kita jadikan produk kreatif yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Melalui program–program tersebut, Sri Mulyanti berharap FPPI Kaltara semakin berperan besar dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Kalimantan Utara. (adv/dni)





