Tanjung Palas Utara, 1 Maret 2026 — Pengurus Cabang Wanita Islam AlKhairaat Kecamatan Tanjung Palas Utara menggelar kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Kajian Dakwah Ramadhan di Masjid Jami Asy Syifa, Ahad (1/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran Perempuan Dalam Islam dan Eksistensi Keberkahan Ramadhan” ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pengurus Cabang Wanita Islam AlKhairaat Kecamatan Tanjung Palas Utara, Ibu Sujiati, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Wanita Islam AlKhairaat Mengaji serta rangkaian Kajian Dakwah Ramadhan.
“Khataman Al-Qur’an ini terselenggara atas pelaksanaan Gerakan Wanita Islam AlKhairaat Mengaji dan Kajian Dakwah Ramadhan. Menjadi kesempatan yang baik di Bulan Suci Ramadhan ini kita isi dengan menambah ilmu dan menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh makna bagi kita semua,” ujar Ibu Sujiati dalam sambutannya.
Turut hadir memberikan dukungan, Kepala Desa Karang Agung, Bapak Jasmin, yang mengapresiasi inisiatif para pengurus dan panitia.
“Kami dari Pemerintahan Desa sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Semoga apa yang kita laksanakan selama Ramadhan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Khataman Al-Qur’an rutin dilaksanakan siang dan malam hari selama bulan suci Ramadhan di Masjid Jami Asy Syifa Tanjung Palas Utara.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Wanita Islam AlKhairaat Kabupaten Bulungan, Ibu Hj. Nurmawati, S.E., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Peran Wanita Islam AlKhairaat di masyarakat adalah meningkatkan sumber daya perempuan dan menjadikan perempuan sebagai ujung tombak dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” tegas Ibu Nurmawati.
Beliau juga menjelaskan bahwa Wanita Islam AlKhairaat Kecamatan Tanjung Palas Utara terbentuk pada periode 2022–2025 dan kini memasuki masa khidmat 2026–2031. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan, organisasi AlKhairaat, serta organisasi perempuan lainnya dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.

Kajian utama disampaikan oleh Habib Ahmad Bin Muthahar Al Jufrie, Lc., M.A., yang mengupas berbagai krisis yang dihadapi masyarakat modern, khususnya generasi muda, meliputi krisis biologis, spiritual, psikologis, dan sosial.
Dalam paparannya, beliau menyoroti fenomena penyakit pada generasi muda akibat pola hidup tidak sehat.
“Mengatur waktu, pola makan, dan aktivitas itu penting agar tidak menderita penyakit yang tidak diinginkan. Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya dengan gaya hidup sehat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung krisis spiritual yang ditandai dengan ibadah yang dilakukan tanpa menghadirkan makna.
“Kita melaksanakan sholat tetapi tidak merasakan nikmatnya beribadah, melaksanakan puasa tetapi tidak merasakan maknanya. Padahal ritual-ritual dalam Islam membawa manfaat untuk kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau mengulas krisis psikologis yang banyak dialami generasi muda, seperti kecemasan berlebihan, ketergantungan pada gawai, hingga fenomena dopamine over akibat penggunaan media sosial dan permainan daring secara terus-menerus.
“Ibu berperan penting dalam menjaga fisik dan mental anaknya. Intens berkomunikasi, menjadi sahabat dan teman curhat bagi anaknya. Setiap masa ada zamannya, dan ibu harus mengikuti zamannya dengan tetap mengarahkan agar anak terbentuk sesuai nilai-nilai Islam,” pesannya.

Dalam aspek krisis sosial, ia mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam arus tren tanpa memiliki nilai diri.
“Diri kita harus mempunyai value dan tidak ikut-ikutan tren. Semua ada masanya dan semua orang ada waktunya,” tegasnya.
Menutup kajian, ia mengajak jamaah memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana reset spiritual dan sosial.
“Di bulan suci Ramadhan ini, mari kita isi waktu dengan tadarus Al-Qur’an, menghadiri majelis taklim, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus akan membantu anak-anak kita terlepas dari kecanduan handphone dan kembali kepada keberkahan Ramadhan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran perempuan dalam Islam bukan hanya sebagai pendidik dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak dakwah dan pembangunan moral masyarakat. Melalui momentum Ramadhan, Wanita Islam AlKhairaat Tanjung Palas Utara menegaskan eksistensinya sebagai pilar penting dalam membangun generasi yang sehat, berakhlak, dan berdaya saing. (***/)





