Penakaltara.Id, TANJUNG SELOR – Perbaikan Jembatan Sungai Bui Ding yang dijadwalkan dimulai pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 07.00 Wita menjadi sorotan, bukan hanya karena pentingnya akses tersebut bagi masyarakat, tetapi juga karena peran besar pihak swasta dalam merealisasikannya. Proyek pembongkaran dan rehabilitasi ini sepenuhnya didukung oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Gawi Plantation.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kehadiran PT Gawi Plantation menjadi solusi nyata bagi perbaikan infrastruktur vital tersebut. Tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perusahaan kelapa sawit itu mengambil inisiatif untuk membiayai sekaligus mendorong percepatan perbaikan jembatan yang selama ini menjadi urat nadi transportasi warga.
Perwakilan PT Gawi Plantation, Perdana Simatupang, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian yang nyata terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. “Kami tidak hanya beroperasi di wilayah ini, tetapi juga ingin tumbuh bersama masyarakat. Perbaikan jembatan ini adalah salah satu wujud kontribusi nyata kami,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa program CSR perusahaan difokuskan pada dampak langsung yang dirasakan masyarakat. “Kami berharap langkah ini dapat memperlancar mobilitas warga dan mendukung kegiatan ekonomi. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami yang berkelanjutan,” tambahnya.
Langkah PT Gawi Plantation ini pun dinilai sebagai contoh sinergi positif antara sektor swasta dan kebutuhan publik. Dengan keterlibatan aktif perusahaan, perbaikan infrastruktur yang mendesak dapat segera terealisasi tanpa harus menunggu alokasi anggaran pemerintah.
Masyarakat pun berharap, setelah proses rehabilitasi selesai, Jembatan Sungai Bui Ding dapat kembali berfungsi secara optimal, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pengguna jalan. (***)





