Revitalisasi Tepian Sungai Kayan, Empat Titik Kerusakan Menunggu Perbaikan

redaksi

TANJUNG SELOR – Proyek revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tepian Sungai Kayan di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, mulai dikerjakan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP). Dibalik dimulainya pekerjaan tersebut, masih terdapat empat titik kerusakan di kawasan tepian sungai yang belum tersentuh perbaikan.

Berdasarkan papan informasi proyek, revitalisasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.913.384.589 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulungan anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.

Pantauan di lapangan, pekerjaan yang tengah berlangsung diperkirakan baru mencakup sekitar 300 meter jalur pedestrian di kawasan Tepian Sungai Kayan. Sementara itu, pada sejumlah titik lain masih terlihat kerusakan berupa paving block yang retak, permukaan jalur yang amblas, hingga lubang yang berpotensi membahayakan pengunjung. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan kawasan itu sebagai ruang publik untuk berolahraga, bersantai, maupun menikmati wisata kuliner.

Baca juga  Jembatan PU Sei Berun Kecil di Long Bang Dibongkar Total, PT Gawi Plantation Bantu Perbaikan Lewat Program CSR


Ketua UMKM Tepian Sungai Kayan, Rusdiansyah, bersyukur revitalisasi akhirnya direalisasikan pemerintah. Namun, ia berharap perbaikan tidak berhenti pada sebagian kecil kawasan, melainkan dilanjutkan hingga seluruh titik kerusakan tertangani.
“Kami senang karena akhirnya ada perbaikan di Tepian Sungai Kayan. Tapi kalau melihat kondisi di tepian ini, masih banyak titik yang rusak dan belum diperbaiki. Ada yang masih retak, ada yang berlubang. Itu cukup berbahaya, terutama saat malam hari,” ujarnya, Rabu (15/7).

Baca juga  Sa’ung, Topi Pelindung Khas Dayak Kenyah yang Tetap Eksis di Tengah Modernisasi


Menurutnya, Tepian Sungai Kayan merupakan salah satu ruang publik yang memiliki peran penting bagi masyarakat Bulungan. Selain menjadi lokasi rekreasi dan olahraga, kawasan tersebut juga menjadi pusat aktivitas ratusan pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan dari ramainya pengunjung. Karena itu, ia berharap pemerintah mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan agar revitalisasi dapat menjangkau seluruh kawasan yang mengalami kerusakan.


Ia menekankan pentingnya kualitas konstruksi agar hasil revitalisasi lebih awet dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat. “Harapan kami, pondasinya benar-benar kuat dan tahan lama. Perbaikan jangan hanya mengganti keramik atau paving block, tetapi juga memperkuat fondasi dan tanah urukan di bawahnya yang rawan tergerus air, sehingga kerusakan tidak terus berulang di titik yang sama,” katanya.

Baca juga  BEYBLADER BULUNGAN MERAPAT! Turnamen Beyblade X "INAZUMA" Siap Guncang Tanjung Selor 25 Juli Ini!

Selain itu, ia meminta pemerintah menggunakan material yang lebih tahan terhadap abrasi serta aman bagi seluruh pengguna kawasan.
“Pemilihan material juga harus diperhatikan. Kawasan ini sering basah dan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, material yang digunakan diharapkan tidak licin, ramah bagi pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas, sehingga Tepian Sungai Kayan benar-benar menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags