TANJUNG SELOR – Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan wilayah SP-2 dan SP-7 di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, semakin memprihatinkan. Tiang penyangga yang miring dan permukaan jembatan yang licin setelah terendam air pasang membuat warga khawatir saat melintas.
Kekhawatiran warga bertambah karena sungai di sekitar jembatan tersebut kerap menjadi tempat kemunculan buaya. Bahkan, sekretaris desa (sekdes) Tanjung Buka diketahui nyaris tercebur ke sungai saat melintasi jembatan yang licin setelah air surut.
Kondisi ini mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Dwi Sugiarto. Ia mengatakan akan mendorong pemerintah daerah agar perbaikan jembatan tersebut menjadi prioritas pembangunan pada 2027.
“Harapan saya pemerintah daerah juga lebih perhatian. Kami sebagai lembaga pengawas akan coba menekankan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini untuk membangun atau perbaikan jembatan supaya jembatan lintas antara SP-7 dan SP-2 ini bisa diprioritaskan untuk pembangunan di tahun 2027 nanti,” ujarnya kepada Pena Kaltara, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, kondisi jembatan perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kejadian yang membahayakan masyarakat. Terlebih, jembatan tersebut menjadi jalur penghubung penting bagi warga di Desa Tanjung Buka.
“Jangan sampai ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap masyarakat yang ada di daerah itu, sebagai jalur lintas penghubung antara desa di Tanjung Buka ini, antara SP-7 dan SP-2,” katanya.
Jembatan tersebut menjadi akses utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari menuju lahan pertanian, mendukung kegiatan pendidikan, hingga mengangkut hasil kebun.
Pemerintah desa disebut telah mengajukan proposal perbaikan jembatan selama dua tahun berturut-turut. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum membuahkan hasil karena penanganannya belum menjadi prioritas.
Belum diketahui secara pasti instansi yang dituju dalam pengajuan proposal tersebut. Dwi juga mengaku belum mengetahui secara langsung kondisi jembatan maupun memastikan apakah usulan perbaikan telah disampaikan kepada dinas terkait.
Meski demikian, DPRD Bulungan akan berupaya mendorong pemerintah daerah agar perbaikan jembatan tersebut masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027.
“Mudah-mudahan nanti coba akan kami perjuangkan supaya menjadi prioritas di kegiatan pembangunan daerah di tahun 2027 nanti ini,” tutupnya.
Warga berharap perbaikan jembatan segera mendapat kepastian. Sebab, selain menjadi akses penghubung SP-2 dan SP-7, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian, pendidikan, dan distribusi hasil kebun masyarakat.(ve26/nn)
Terendam Saat Pasang, Licin Saat Surut: Jembatan Tanjung Buka Bikin Warga Waswas












