‎9 Warga Tanjung Palas Dirawat akibat DBD, Dinkes Bulungan Lakukan Fogging

redaksi

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono

‎TANJUNG SELOR – Sembilan warga Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dilaporkan menjalani perawatan di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan melakukan penyelidikan epidemiologi dan menyiapkan langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan.
‎
‎Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono, mengatakan petugas teknis puskesmas bersama Dinkes telah turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lingkungan di sekitar warga yang terjangkit DBD.
‎
‎“Kami dari teknis puskesmas dan Dinas Kesehatan berkunjung ke sana untuk melihat keadaan di sekelilingnya,” ujar Imam, Jumat (16/10).
‎
‎Sebagai tindak lanjut, Dinkes Bulungan memutuskan melakukan pengasapan atau fogging di lokasi yang menjadi perhatian. Langkah ini diambil setelah ditemukannya sembilan warga yang dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari terakhir.
‎
‎Imam menjelaskan, fogging perlu dilakukan secara hati-hati karena menggunakan bahan kimia yang berisiko bagi manusia maupun hewan peliharaan. Karena itu, pengasapan bukan menjadi satu-satunya langkah dalam penanganan DBD.
‎
‎“Fogging ini kan sebenarnya racun, kami juga mengurangi tindakan fogging. Tapi karena peningkatannya sangat luar biasa cepat dan beberapa hari ini sudah ditemukan sembilan yang dirawat di rumah sakit, maka kami putuskan lakukan fogging,” jelasnya.
‎
‎Selain pengasapan, Dinkes Bulungan mendorong keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, hingga pengurus RT dan RW untuk menggerakkan kerja bakti membersihkan lingkungan. Upaya tersebut difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan tempat tinggal warga.
‎
‎Masyarakat juga diminta menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
‎
‎“Di luar kabut asap tadi ini juga penting karena kalau DBD ini tidak mengenal usia jadi mau bayi mau anak kecil mau dewasa mau lansia kalo kena kalo kita pengelolaan nya nggk bagus bisa terjadi kematian,” ungkapnya.
‎
‎Ia menegaskan, keterlibatan warga dalam membersihkan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko penularan, terutama di wilayah yang ditemukan kasus DBD.
‎
‎“Jadi gini Teruma di lokus untuk yang di lokus yang paling efektif itu melakukan kerja bakti di lingkungan masing masing 3M plus tadi,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga  GOW Bulungan Dorong Anggota Pahami NIB, PIRT dan Sertifikasi Halal

Baca juga

Tags