Rakerwil II Muslimat NU Kaltara: Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian untuk Kesejahteraan Umat

redaksi

TANJUNG SELOR – Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II dan Pelayanan Kesehatan Gratis dengan tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian untuk Kesejahteraan Umat”, yang dilaksanakan di Gedung Gadis Pemprov Kaltara, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 2 November 2025. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan dari para pimpinan serta tokoh undangan.

Ketua PW Muslimat NU Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Sumiati, S.E., M.A.P., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerwil II bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, mengkaji perkembangan organisasi, serta membahas berbagai isu penting keummatan.

“Tujuan utama Rakerwil ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan kegiatan Muslimat NU, membahas perkembangan organisasi, serta menyoroti isu-isu keagamaan, stunting, pernikahan usia anak, hingga bahaya narkoba,” ujar Hj. Sumiati.

Ia juga menegaskan bahwa Muslimat NU berkomitmen mewujudkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, serta menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami terus berupaya membangun solidaritas sosial, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan bermitra dengan organisasi sosial kemasyarakatan serta instansi pemerintah di seluruh Kalimantan Utara,” tambahnya.

Baca juga  Bulungan Raih Penghargaan Atas Penerapan Ecological Fiscal Transfer

Dalam pemaparannya, Hj. Sumiati juga menyampaikan beberapa capaian, antara lain program desa ramah perempuan dan peduli anak, kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta penyaluran dana bergulir bagi 50 pelaku UMKM dengan pinjaman tanpa bunga sebesar Rp2 juta per orang. Selain itu, Muslimat NU Kaltara juga tengah mengembangkan lembaga kesehatan dan klinik pengobatan NU sebagai bagian dari pengabdian sosial.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh OPD dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk pelayanan kesehatan gratis yang membantu mendeteksi dini kesehatan masyarakat,” ujar Hj. Sumiati.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kaltara, H. Alwan Saputra, S.Pi., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas pendidikan warga NU, serta peran perempuan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di masyarakat.

“Alhamdulillah, pemerintah melalui Presiden RI telah meresmikan Dirjen Pesantren. Ini menjadi tonggak penting bagi dunia pesantren untuk memperoleh hak dan anggaran setara dengan pendidikan formal lainnya,” ungkapnya.

“Kita harus bijak dalam menyikapi berita-berita yang beredar, terutama yang berpotensi memecah belah umat. Mari bersama menjaga persaudaraan antara para kiai, habaib, dan seluruh elemen bangsa,” imbuhnya.

Mewakili Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Iramsyah Noor, S.Ag., M.A.P., juga memberikan apresiasi terhadap tema Rakerwil II yang dianggap sangat relevan dengan kondisi zaman.

“Tema ini sangat baik karena mengajarkan kita untuk tetap menjaga tradisi, namun tetap menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Muslimat NU harus menjadi garda terdepan dalam mensejahterakan umat, mencegah stunting, serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Sedangkan mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Hubungan Antar Lembaga, Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh pengurus Muslimat NU atas kontribusinya dalam membangun moral, sosial, dan keagamaan di Kaltara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh pengurus Muslimat NU yang telah berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial, keagamaan, dan pendidikan di tengah masyarakat,” ujar Wahyuni.

Ia menilai bahwa tema Rakerwil tahun ini, “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian untuk Kesejahteraan Umat”, sangat relevan dengan tantangan zaman modern yang dihadapi saat ini.

Baca juga  Peringati Hari Kartini, Pemprov Hadirkan 2 Sosok Perempuan Inspiratif

“Merawat tradisi berarti menjaga akar budaya dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang penuh kasih sayang dan cinta tanah air. Menguatkan kemandirian berarti memperkuat ekonomi umat, terutama peran perempuan agar berdaya secara ekonomi, sosial, dan spiritual,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyuni menekankan agar Muslimat NU dapat menjadi teladan bagi keluarga dalam membimbing generasi muda di tengah arus teknologi dan media sosial yang pesat.

“Melalui forum ini, kami berharap lahir program nyata yang memberi manfaat luas bagi umat, bangsa, dan daerah. Pemerintah Provinsi Kaltara membuka ruang kerja sama dengan Muslimat NU di bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, kesehatan, dan ekonomi umat,” tutupnya.

Kegiatan Rakerwil II Muslimat NU Kaltara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan NU sebagai penggerak perubahan sosial dan spiritual, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berakhlak mulia di Kalimantan Utara. (***/adv)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer