TANJUNG SELOR – Pengelolaan zakat di Kalimantan Utara (Kaltara) terhubung langsung dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Republik Indonesia melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA). Integrasi tersebut membuat perkembangan penghimpunan zakat di daerah dapat diketahui di tingkat pusat.
Kondisi itu mendorong BAZNAS Provinsi Kaltara memperkuat kemampuan sumber daya manusia yang mengelola sistem tersebut melalui bimbingan teknis SiMBA bagi operator BAZNAS kabupaten/kota, Senin (28/9/2026).
Ketua BAZNAS Provinsi Kaltara, Ubid Hadruni, mengatakan operator di daerah memiliki peran penting karena aktivitas yang dikelola melalui sistem dapat langsung terhubung dengan BAZNAS Republik Indonesia.
“Jadi apa yang kami lakukan di daerah, itu tidak lama sampai informasinya ke BAZNAS Republik Indonesia di Jakarta,” katanya.
Ia mencontohkan, capaian penghimpunan muzakki di daerah dapat diketahui melalui sistem. Ketika target yang ditetapkan belum tercapai, kondisi tersebut juga dapat terlihat di tingkat pusat.
“Jadi sistemnya tuh nyambung. Nah, IT-nya nyambung. Oleh sebab itu, orang-orang yang bertugas di daerah itu harus mumpuni,” ujarnya.
Karena itu, BAZNAS Kaltara mendorong setiap daerah memiliki tenaga yang mampu mengoperasikan sistem sekaligus menyiapkan tenaga cadangan. Di tingkat provinsi, proses penguatan SDM IT dilakukan melalui seleksi. Ubid menyebut sebanyak 15 orang sebelumnya mengikuti tes IT di BAZNAS Kaltara, namun hanya satu orang yang dipilih.
“Kalau kemarin itu kita 15 orang yang mengikuti tes IT di BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara, cuma kita ambil satu saja yang yang terbaik,” bebernya.
Sementara untuk tingkat kabupaten, kebutuhan tenaga IT disiapkan oleh masing-masing BAZNAS kabupaten/kota. Bagi BAZNAS Kaltara, penguatan SDM tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan pengelolaan digital. Ubid menyebut pihaknya meraih BAZNAS Award 2025 pada bidang SDM secara nasional.
“Di tahun 2025 kita sudah mendapat predikat BAZNAS Award di bidang SDM, ya, secara nasional,” ujarnya.
Bimtek tidak hanya menyasar pengelola IT, tapi juga penguatan bidang lain, termasuk pengumpulan dan pendistribusian zakat.
“Lapangan, bimbingan, bidang pengumpul, bimbingan bidang pendistribusian,” pungkasnya. (ve26/nn)












