M4CR Dorong Sinergi Multipihak untuk Keberlanjutan Mangrove di Kaltara

redaksi

TANJUNG SELOR — Upaya rehabilitasi mangrove dan keberlanjutan ekosistem pesisir membutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Forum Komunikasi Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Keberlanjutan yang mempertemukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), akademisi, praktisi, kelompok masyarakat (Pokmas), Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), organisasi nonpemerintah (NGO), serta media lokal yang dilaksanakan di Luminor Hotel Tanjung Selor (20/10/2026).

Forum ini menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan peran, serta mengidentifikasi peluang kerja sama dalam mendukung rehabilitasi dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Dalam diskusi, para peserta membahas pentingnya pendekatan multipihak yang mengintegrasikan dukungan kebijakan, penguatan pengetahuan ilmiah, pengalaman praktis di lapangan, partisipasi masyarakat, serta penyebarluasan informasi kepada publik. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar upaya rehabilitasi mangrove tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada pemeliharaan, keberhasilan tumbuh tanaman, dan keberlanjutan manfaat ekosistem bagi masyarakat pesisir.

Keterlibatan akademisi dan praktisi diharapkan dapat memperkuat penerapan pendekatan rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi ekologis dan karakteristik wilayah. Sementara itu, Pokmas memiliki peran penting dalam pelaksanaan kegiatan di tingkat tapak, termasuk pemeliharaan mangrove dan penguatan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

Baca juga  Jaksa Agung Lantik Yudi Indra Gunawan Sebagai Kajati Kalimantan Utara, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum di Wilayah Perbatasan

Di sisi lain, KKMD, M4CR, dan NGO dapat menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi lintas sektor, memperkuat dukungan terhadap program rehabilitasi, serta mendorong keberlanjutan inisiatif yang telah berjalan. Media lokal juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, mengangkat praktik baik di lapangan, dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya ekosistem mangrove.

Melalui forum ini, komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan diharapkan semakin terbuka sehingga potensi kolaborasi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret sesuai peran dan kapasitas masing-masing pihak.

Rehabilitasi mangrove merupakan upaya jangka panjang yang memerlukan keterlibatan bersama. Dengan kolaborasi yang terarah, penguatan kapasitas masyarakat, dan komunikasi publik yang efektif, upaya menjaga ekosistem pesisir di Kalimantan Utara diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Obed Daniel, L.T., S.Hut. M.M. menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara.

Baca juga  Gubernur Minta RKPD 2027 Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Kebutuhan Masyarakat

“Keberhasilan rehabilitasi mangrove membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, praktisi, masyarakat, organisasi nonpemerintah, dan media. Kolaborasi tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan dan pengawasan. Dalam hal ini, pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan upaya rehabilitasi mangrove memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat serta keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Manager Provincial Project Implementation Unit (PPIU) M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan tumbuh tanaman, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan pengelolaan di tingkat tapak.

Melalui forum komunikasi ini, kami ingin memperkuat koordinasi dan menyamakan pemahaman bahwa rehabilitasi mangrove merupakan proses jangka panjang. Dukungan pemerintah, mitra, keterlibatan aktif kelompok masyarakat, insan media serta komunikasi yang baik antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan upaya rehabilitasi dapat memberikan manfaat ekologis, ekonomi dan sosial secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga  Penerapan WFA Pemprov Kaltara Diyakini Efektif Tekan Anggaran

Stakeholder Engagement SPEAK Indonesia, Riskiyanto, SE., MM. menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang tidak hanya melibatkan berbagai lembaga, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan rehabilitasi mangrove.

“Keberlanjutan rehabilitasi mangrove perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, partisipasi masyarakat, dan pembagian peran yang jelas. Pengetahuan dan pengalaman masyarakat di tingkat tapak perlu menjadi bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan. Pada saat yang sama, komunikasi publik dan dukungan media penting untuk memperluas pemahaman serta mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam menjaga ekosistem pesisir,” ungkapnya.

Baca juga

Tags