Jurnalisme Olahraga di Era Digital

redaksi

TANJUNG SELOR – Perkembangan media digital membuat kemampuan publikasi menjadi kebutuhan penting dalam dunia olahraga. Tak hanya pertandingan dan prestasi, berbagai aktivitas cabang olahraga kini dituntut mampu dikemas secara cepat, menarik, dan informatif melalui berita, foto, maupun video.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam pelatihan dan pembekalan pembuatan berita, foto, dan video bagi cabang olahraga (Cabor) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melalui Seksi Olahraga Wartawan (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia, bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia, Sabtu (23/5/2026) di Tanjung Selor.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut Jannah, merupakan jurnalis yang telah lama berkecimpung di media cetak dan kini aktif di media online Pena Kaltara. Dalam sesi materi, ia membagikan pengalaman serta dasar-dasar jurnalistik kepada peserta dari berbagai cabang olahraga di Bulungan.

Baca juga  Asisten Pemerintah dan Kesra Terima Obor Porwada I Kaltara di Nunukan

Menurutnya, jurnalistik bukan sekadar menulis informasi, tetapi bagaimana menyampaikan fakta secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan pentingnya prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, verifikasi, serta penerapan unsur 5W+1H dalam setiap berita.

“Berita harus ditulis berdasarkan fakta dan tidak menyesatkan. Informasi paling penting ditempatkan di awal agar pembaca langsung memahami inti peristiwa,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tulisan jurnalistik mulai dari berita langsung, feature, opini, hingga siaran pers. Selain itu, Jannah menjelaskan struktur dasar penulisan berita yang terdiri dari judul, lead, isi berita, dan penutup agar tulisan lebih mudah dipahami pembaca.

Perempuan yang sebelumnya aktif sebagai jurnalis lapangan di media cetak lokal itu juga membagikan pengalaman kerja jurnalistiknya sebelum beralih ke media digital. Selain aktif menulis berita, ia juga terlibat dalam penulisan riset aksi dan buku perempuan.

Menurutnya, di era digital saat ini kemampuan membuat konten informasi menjadi keterampilan penting bagi pengurus maupun atlet cabang olahraga. Publikasi yang baik dinilai mampu memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan perhatian publik terhadap perkembangan olahraga daerah.

Baca juga  Miris! Tiga Pengcab Walk Out Saat Musprovlub PTMSI Kaltara

“Kegiatan olahraga memiliki banyak cerita menarik yang bisa disampaikan ke publik. Karena itu penting memahami teknik dasar jurnalistik agar informasi yang dibuat tetap berkualitas,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami proses produksi informasi olahraga, mulai dari teknik penulisan berita hingga dokumentasi visual untuk kebutuhan media sosial maupun publikasi daring. (*)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer