Jadi Pembicara di Forum Nasional Pekan Iklim 2025, Bupati Syarwani Berprinsip Membangun Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Harus Merusak hutan

redaksi

SANUR, BALI– Komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat adat kembali mendapat sorotan nasional pada Forum Nasional Pekan Iklim 2025 bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, Senin (25/8/25).

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si hadir sebagai pembicara dan menyampaikan jika program pembangunan di Bulungan bukan hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal kelestarian hutan dan keberlanjutan hidup masyarakat yang menjaganya.

Dikatakan bupati, sejak 2016, Bulungan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengakui Masyarakat Hukum Adat (MHA).
Langkah progresif ini kemudian diperkuat dengan lahirnya dua Surat Keputusan (SK) Bupati Bulungan yang secara resmi mengakui dan melindungi masyarakat adat.
Salah satunya adalah Masyarakat Punan Batu Benau yang mampu menjaga dan melestarikan hutan lebih dari 4.000 hektare sehingga mendapat penghargaan Kalpataru 2024 dalam kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 5 Juni 2024.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi mereka dalam menjaga kelestarian hutan dan kearifan lokal.
Selain itu, Masyarakat Punan Tugung di Desa Sekatak juga menjadi bagian dari komitmen Pemda Bulungan dalam perlindungan masyarakat hukum adat.

Baca juga  Wabup Kilat Terima Hasil Pemeriksaan Interim LKPD 2024 dari BPK: “Terima Kasih atas Pembinaan dan Arahan Teknis”

“Alhamdulillah, Bulungan telah menetapkan dua SK perlindungan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat. Mereka bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan,” tegas Bupati Syarwani.

Namun, komitmen Bulungan tidak berhenti pada pengakuan status hukum saja. Pemerintah daerah mendorong program-program pemberdayaan agar masyarakat adat tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari kawasan yang mereka lestarikan. Prinsipnya jelas: ekonomi bisa tumbuh tanpa harus merusak hutan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Bulungan berorientasi pada keberlanjutan (sustainability): membangun manusia, melindungi alam, dan menciptakan keseimbangan antara kepentingan generasi kini dan generasi mendatang.

Baca juga  Semarak HUT Bhayangkara ke-79, Wakil Bupati Bulungan Ikuti Olahraga Bersama TNI/Polri : Wujudkan Sinergi dan Kebugaran

“Dari Forum Nasional Pekan Iklim 2025, Bulungan membawa pesan kuat untuk Indonesia: hutan dan masyarakat adat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Melindungi mereka berarti melindungi masa depan,”pungkasnya (***)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer