Siapa sangka, program yang awalnya lahir dari semangat sederhana untuk menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat desa, kini menjelma menjadi inovasi kebanggaan nasional. Berikut ulasannya . . .
RACHMAD RHOMADHANI
PROGRAM Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Bulungan Hijau, yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan sejak tahun 2022, kini diakui sebagai role model pembangunan hijau berkelanjutan di tingkat nasional.
Tak hanya itu, komitmen dan kerja keras Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si. bersama Wakil Bupati Kilat, A.Md., juga berhasil membawa Bulungan meraih penghargaan bergengsi “Sustainable Governance and Eco Impact” pada ajang Best Regional Leaders Road to CNBC Indonesia Awards 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Syarwani dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, pada Kamis (6/11/2025) di Jakarta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Bulungan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada CNBC Indonesia atas penghargaan yang diberikan,” ujar Syarwani dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Dari Daerah untuk Indonesia
Program TAKE Bulungan Hijau kini tengah menjadi “best practice” dalam penyusunan regulasi nasional terkait pembangunan hijau. Hal itu diakui langsung oleh Bupati Syarwani usai bertemu Wamendagri Bima Arya di Jakarta baru-baru ini.
“Benar bahwa pasca pertemuan dengan Wamendagri, Kabupaten Bulungan menjadi contoh terbaik dalam penyusunan regulasi pembangunan hijau di Indonesia. Pemerintah pusat melihat TAKE sebagai bukti nyata komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Program ini menjadi terobosan cerdas karena menggabungkan aspek ekologis dengan mekanisme fiskal daerah. Melalui TAKE, Pemkab Bulungan menyalurkan alokasi dana desa berbasis ekologi sebesar 10 persen, yang dikompetisikan antar 74 desa dan 7 kelurahan setiap tahunnya. Desa yang berhasil menunjukkan inovasi dan komitmen dalam menjaga lingkungan akan mendapatkan insentif dan prioritas anggaran pembangunan.
“Setiap tahun, kita kompetisikan agar desa semakin terpacu berinovasi menjaga lingkungan, mengelola sumber daya alam secara bijak, dan memperkuat ketahanan ekologis daerah,” jelas Syarwani.
Tak hanya sebatas gagasan, TAKE juga menjadi bagian dari Integrated Area Development–Landscape Kayan, sebuah kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan yang mencakup lebih dari 600.000 hektare kawasan strategis di Bulungan.
Pengakuan Nasional dan Komitmen Berkelanjutan
Menurut Syarwani, keberhasilan program ini akan segera ditindaklanjuti dengan kunjungan tim dari Kementerian Dalam Negeri ke Bulungan untuk melakukan studi dan berbagi pengalaman (sharing experience) terkait implementasi TAKE.
“Hasil dari pelaksanaan program tersebut akan menjadi bahan penting bagi pusat untuk mengadopsinya ke dalam regulasi resmi Kemendagri. Ke depan, kami membayangkan akan ada pos anggaran khusus untuk pembangunan hijau dalam APBD di seluruh Indonesia,” ujarnya optimis.
Bupati menegaskan, penghargaan nasional yang diterima bukan hanya untuk pemerintah daerah, melainkan buah kerja kolektif seluruh masyarakat Bulungan, khususnya para kepala desa yang menjadi ujung tombak program.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada 74 kepala desa dan tujuh kelurahan atas dukungan serta kolaborasi dalam memastikan pembangunan berkelanjutan di daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, turut menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan program tersebut.
“Program ini adalah bagian dari janji dan cita-cita kami dalam membangun Bulungan. TAKE bukan hanya kebijakan, tapi gerakan bersama untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari Bulungan untuk Generasi Mendatang
Sejak awal diluncurkan pada Mei 2022 oleh duet Syarwani–Ingkong Ala, TAKE Bulungan Hijau telah menjadi bagian dari 15 program prioritas RPJMD Bulungan 2021–2024, yang kini diteruskan dan diperkuat oleh kepemimpinan Syarwani–Kilat.
Program ini menegaskan misi keempat Pemerintah Kabupaten Bulungan, yakni “memajukan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.”
Bupati Syarwani menutup dengan pesan penuh makna:
“Kemajuan Bulungan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi muda dan anak cucu kita di masa depan.”
Dengan visi yang menyatukan ekologi, ekonomi, dan kemanusiaan, Kabupaten Bulungan membuktikan bahwa pembangunan hijau bukan sekadar jargon, melainkan keniscayaan menuju masa depan daerah yang berdaulat, berdaya, dan berkelanjutan — dari Bulungan untuk Indonesia. (***/dni)





