TANJUNG SELOR – Suasana haru, syukur, dan sukacita menyelimuti halaman Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Jalan Manunggal, Tanjung Selor. Hari itu menjadi catatan sejarah bagi Provinsi Kalimantan Utara: GKE resmi ditahbiskan sebagai gereja pertama di Kaltara, sekaligus menjadi simbol kuat kerukunan, harmoni, dan toleransi antarumat beragama di Tanah Bumi Tenguyun.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, hadir langsung dalam prosesi pentahbisan tersebut sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap kehidupan beragama yang rukun dan damai. Kehadiran pemerintah daerah, menurutnya, menjadi komitmen nyata dalam menjaga keberagaman di Bulungan.
Dalam sambutannya, Wabup Kilat menegaskan bahwa pendirian GKE bukan hanya menambah rumah ibadah di daerah ini, tetapi juga memperkuat dimensi sosial dan spiritual masyarakat.
“Gereja ini hadir bukan hanya untuk memuliakan Tuhan, tetapi juga untuk memperkuat kebersamaan sosial dan menumbuhkan karakter masyarakat yang toleran dan berdaya saing. Pemerintah akan terus mendukung kehidupan beragama yang harmonis di Bulungan,” ujar Kilat disambut tepuk tangan jemaat.
Pentahbisan GKE ini juga menjadi momentum mempertegas bahwa Kabupaten Bulungan adalah ruang damai bagi seluruh pemeluk agama. Wabup Kilat menilai bahwa pembangunan rumah ibadah yang berdampingan dengan kebersamaan masyarakat adalah cermin kematangan dalam berdemokrasi sekaligus kekayaan budaya lokal yang harus dijaga.
Acara berlangsung hikmat dan penuh sukacita, ditutup dengan doa bersama, prosesi penandatanganan prasasti, dan ramah tamah yang mempererat tali persaudaraan. Dengan hadirnya GKE pertama di Kaltara, diharapkan nilai toleransi, kasih, dan kebersamaan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat Bulungan. (DKIP_Bulungan)





