Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Kakao melalui Pelatihan Budidaya dan Pengendalian OPT Berkelanjutan, Wabup Bulungan Hadir Beri Motivasi: “Kakao Komoditas Unggulan Bernilai Tinggi”

redaksi

TANJUNG SELOR – Upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas kakao di Kabupaten Bulungan terus digencarkan. Melalui Dinas Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bulungan menggelar pelatihan budidaya kakao dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) bagi Kelompok Tani Senguyun di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Selasa (5/5/2026).

Sejak pagi hari, para peserta sudah berkumpul di lokasi kegiatan. Pelatihan yang dikemas dalam bentuk sekolah lapang ini berlangsung interaktif, di mana petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi dan praktik di lapangan. Suasana dua arah pun terbangun, terlihat dari antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Yuniarti Utami, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola budidaya kakao secara berkelanjutan. “Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam budidaya kakao yang baik serta pengendalian OPT secara aktif,” ujarnya.

Baca juga  Wabup Bulungan Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ormas: Bangun Sinergi untuk Bulungan yang Lebih Baik

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pertanian juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada Kelompok Tani Senguyun sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor perkebunan kakao di wilayah tersebut.

Untuk memperkuat materi pelatihan, turut dihadirkan tenaga ahli dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember, Wagiyo. Dalam paparannya, ia menyoroti masih adanya kendala pada kualitas pascapanen kakao yang dihasilkan petani. “Masih kita dapati biji kakao yang belum kering sempurna. Kalau dibelah, masih terlihat lembap dan berpotensi berjamur. Idealnya kadar yang aman itu sekitar 5 persen,” jelas Wagiyo di hadapan peserta.

Ia juga memberikan saran teknis terkait penyimpanan hasil panen agar kualitas tetap terjaga. “Penyimpanan harus diperhatikan. Suhu ideal sekitar 25 derajat. Jangan sembarang simpan, karena ini sangat menentukan mutu biji kakao,” tambahnya.

Baca juga  MRI Rp 23 Miliar Resmi Beroperasi di RSD Tanjung Selor, Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Targetkan Bisa Diakses Lewat BPJS

Tak hanya itu, Wagiyo juga mengingatkan pentingnya perawatan tanaman dan penggunaan bahan organik untuk menjaga kesuburan tanah serta mengendalikan serangan hama dan penyakit. “Kalau hanya mengandalkan pupuk kimia tanpa bahan organik, tanah akan kehilangan struktur seratnya. Ini harus diimbangi,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan gejala penyakit seperti daun menguning yang perlu segera ditangani dengan penanganan tepat, termasuk penggunaan pestisida secara terukur.

Sementara, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md dalam kehadirannya yang didampingi istri. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga turun langsung melihat hasil panen kakao milik petani.
“Saya ingin petani di Bulungan, khususnya di Desa Metun Sajau, terus semangat dan serius dalam mengelola kakao. Ini komoditas unggulan yang punya nilai ekonomi tinggi,” ujar Kilat dalam arahannya.

Baca juga  Persela Gelar Tasyakuran Hasil Pilkada 2024

Ia juga memberikan motivasi kepada para petani agar menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan. “Gunakan kesempatan ini untuk belajar. Terapkan budidaya yang baik dan benar, sehingga hasilnya bisa lebih optimal dan meningkatkan kesejahteraan,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati bersama Dinas Pertanian dan pihak perusahaan turut menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap program peningkatan kapasitas petani.

Dengan pelaksanaan pelatihan yang terstruktur, dukungan tenaga ahli, serta keterlibatan langsung pemerintah daerah, diharapkan petani kakao di Bulungan mampu meningkatkan kualitas produksi dan daya saing, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. (DKIP_Bulungan)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer